Presiden Prabowo Subianto berbicara langsung di panggung ekonomi paling bergengsi di dunia World Economic Forum (WEF) 2026 pada Kamis, 22 Januari 2026 di Davos, Swiss. Presiden Prabowo menjadi salah satu dari 13 pemimpin dunia yang mendapat kesempatan berpidato di forum bergengsi ini.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa hal seputar kondisi ekonomi Indonesia hingga program strategis. Mulai dari super holding Danantara, Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Koperasi Desa Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, hingga swasembada pangan.
Presiden bahkan menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk menanggulangi deforestasi dengan pencabutan izin 28 perusahaan yang diduga terlibat dan menyebabkan kerusakan lingkungan.
Di samping itu, menyikapi situasi geopolitik yang kian memanas, Presiden Prabowo tegas menyuarakan pentingnya perdamaian dan stabilitas serta sikap Indonesia yang mengedepankan persahabatan dan kerja sama.
Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM,
Rosan Perkasa Roeslani, menyebut pidato Presiden Prabowo menuai sejumlah respons dari negara-negara yang hadir di WEF. Rosan menegaskan dari sisi ekonomi, Indonesia akan terus terbuka dan mengedepankan kerja sama yang menjunjung tinggi kedaulatan setiap negara.
Secara kesimpulan, selama
WEF, Indonesia juga menghadirkan beragam diskusi panel di Indonesia Pavilion yang mengangkat tema-tema penting yang relevan untuk menyikapi berbagai tantangan ekonomi secara global.
Tema besar pembangunan berkelanjutan pun diangkat, seperti penyiapan tenaga kerja Indonesia yang siap menghadapi bonus demografi 2030 di era kecerdasan buatan, kebangkitan ekosistem digital Indonesia, pendanaan yang berkelanjutan, ketahanan pangan di tengah krisis iklim, pemanfaatan ekonomi biru hingga transformasi sistem kesehatan Indonesia.
Indonesia Pavilion juga menjadi lokasi digelarnya berbagai pertemuan tertutup dengan perwakilan pemerintah negara sahabat hingga korporasi untuk mendiskusikan peluang investasi yang dapat berdampak bagi pembangunan nasional dan mempererat kooperasi global.
Rosan juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo agar setiap perjanjian harus dituntaskan, menjadi sebuah kebijakan bagi program pemerintah Indonesia baik kerja sama antarnegara (G2G) maupun antarnegara dan korporasi (B2G/P2G).