WEF 2026: Prabowo Sebut Danantara Bakal Rasionalisasi 1.044 BUMN Demi Efisiensi

Presiden Prabowo Subianto di World Economic Forum 2026. Foto: YouTube WEF

WEF 2026: Prabowo Sebut Danantara Bakal Rasionalisasi 1.044 BUMN Demi Efisiensi

Fajar Nugraha • 22 January 2026 23:29

Davos: Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perdamaian, stabilitas politik, serta tata kelola ekonomi yang kuat menjadi kunci keberhasilan pembangunan Indonesia. Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis, 22 Januari 2026.

Di hadapan para pemimpin dunia dan pelaku ekonomi global, Prabowo menyatakan bahwa sejarah membuktikan tidak ada kemakmuran tanpa perdamaian dan stabilitas. Menurutnya, kedua faktor tersebut merupakan prasyarat utama bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Perdamaian dan stabilitas adalah aset paling berharga kami. Tidak akan ada kemakmuran tanpa perdamaian,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden mengungkapkan bahwa kinerja ekonomi Indonesia mendapat pengakuan internasional. Dana Moneter Internasional (IMF), kata Prabowo, menyebut Indonesia sebagai “titik terang global” di tengah ketidakpastian ekonomi dunia yang ditandai dengan pengetatan keuangan, ketegangan perdagangan, dan dinamika politik global.

Di tengah tekanan global tersebut, Indonesia tetap mencatat pertumbuhan ekonomi lebih dari 5 persen per tahun selama satu dekade terakhir. Presiden optimistis, pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun ini akan lebih tinggi.

Selain pertumbuhan yang konsisten, Presiden Prabowo menekankan bahwa stabilitas makroekonomi Indonesia tetap terjaga. Inflasi berada di kisaran 2 persen, sementara defisit anggaran dijaga di bawah 3 persen dari produk domestik bruto (PDB).

“Pengakuan internasional ini bukan karena optimisme tanpa dasar, melainkan karena bukti. Ekonomi Indonesia terbukti tangguh dan kebijakan kami terkalibrasi dengan baik,” tegas Presiden.

Prabowo juga menyoroti pentingnya kredibilitas fiskal Indonesia. Ia menegaskan bahwa sepanjang sejarahnya, Indonesia tidak pernah gagal membayar utang. Setiap pemerintahan, menurutnya, selalu menghormati kewajiban finansial yang diwariskan pemerintahan sebelumnya.

“Seorang Presiden selalu menghormati utang pemerintahan sebelumnya. Kredibilitas yang hilang sangat mahal untuk diperoleh kembali,” kata Presiden.

Untuk memperkuat pertumbuhan jangka panjang, Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah mendirikan dana kekayaan negara Danantara Indonesia pada Februari 2025. Danantara, yang berarti energi untuk menggerakkan masa depan Indonesia, kini mengelola aset senilai sekitar USD1 triliun.

Dengan keberadaan Danantara, Prabowo menyatakan Indonesia kini berada pada posisi yang setara sebagai mitra investasi global. Indonesia tidak hanya dipandang sebagai negara yang damai dan stabil, tetapi juga sebagai negara peluang.

“Dengan Danantara, Indonesia mampu berinvestasi bersama dan tumbuh bersama mitra global,” ujar Presiden.

Danantara dirancang untuk membiayai dan mendanai bersama industri masa depan, seiring dengan komitmen pemerintah untuk mempercepat industrialisasi nasional. Saat ini, Danantara mengelola 1.044 badan usaha milik negara (BUMN), yang akan dirasionalisasi menjadi sekitar 300 perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja.

Pemerintah, lanjut Prabowo, menargetkan penerapan tata kelola dan manajemen berstandar internasional. Untuk itu, Danantara diberi kewenangan merekrut talenta terbaik dunia, termasuk profesional asing, guna memimpin perusahaan-perusahaan strategis nasional.

“Kami menginginkan otak dan pikiran terbaik di dunia untuk memastikan industri masa depan dijalankan secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab,” tutup Presiden.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)