Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq kembali mendatangi TPST Bantargebang. Peninjauan kedua kalinya ini dilakukan menyusul insiden longsor tumpukan sampah yang terjadi di kawasan tersebut, dan untuk mengetahui secara langsung proses penanganan yang dilakukan tim di lapangan.
Dalam peninjauan tersebut, Menteri LH menekankan perlunya sistem pengolahan sampah, agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi. Ia menilai, pengolahan sampah di TPST Bantargebang harus dilakukan secara lebih terstruktur dan memperhatikan aspek keamanan.
7 jenazah korban longsor gunungan sampah Bantargebang
Diketahui, setelah tiga hari pencarian, tim SAR gabungan akhirnya menemukan seluruh korban longsor gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu
(TPST) Bantargebang, Bekasi. Tujuh orang dinyatakan meninggal dunia, sementara sisanya berhasil selamat.
Suasana duka masih menyelimuti area tempat pengolahan sampah terpadu Bantargebang, Bekasi. Longsor gunungan sampah setinggi sekitar 50 meter, yang terjadi pada Minggu, 8 Maret 2026 menelan korban jiwa.
Dari 13 orang yang terdampak, tujuh orang dinyatakan meninggal dunia dan enam orang berhasil selamat. Para korban terdiri dari warga sekitar, pemilik warung, hingga sopir truk sampah, yang sedang beraktivitas di lokasi saat
longsor terjadi.
Jenazah para korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, untuk proses identifikasi oleh tim DVI Polri.