Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol. Foto: Metro TV/Zaenal Arifin.
Menteri LH Ingatkan Pentingnya Kesadaran Menjaga Kebersihan
Zaenal Arifin • 11 March 2026 11:39
Jakarta: Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat. Terutama, dalam menjaga kebersihan. Hal tersebut diungkap Hanif, saat bersih-bersih Pasar Kramat Jati.
Menurut Hanif, perlu kesadaran bagi seluruh masyarakat untuk menjaga kebersihannya. "Artinya, masih perlu berbenah," kata Hanif di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu, 11 Maret 2026.
Hanif mengapresiasi Satgas Bhayangkara Jakarta Asri (Bang Jasri) yang dimiliki Polda Metro Jaya, dan Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nusantara (Gernas Mapan) milik Kementerian Perdagangan dan Kementerian Lingkungan Hidup, yang ikut dalam kegiatan bersih-bersih pasar hari ini secara serentak di seluruh Indonesia.
Hanif berharap, satgas-satgas tersebut bisa menjadi contoh bagi masyarakat Indonesia, khususnya di Jakarta, untuk bisa melahirkan satgas-satgas kebersihan.
"Secara simultan, kami akan terus melakukan pengawasan terkait penanganan sampah di kawasan-kawasan, di pengelola kawasan," ucapnya.
Selain itu, lanjut Hanif, pihaknya akan mendorong pemerintah kota di Jakarta, untuk mulai memilah sampah dari tahapan yang paling bawah, yakni rumah tangga atau lingkungan rumah tangga.
"Sehebat apapun teknologi yang digunakan, secanggih apapun metodologi yang didebatkan, maka sejatinya pengelolaan sampah hanya bisa dimulai setelah dilakukan pemilahan. Tanpa pemilahan, maka biaya penanganannya cukup sangat tinggi," tegasnya.
Kegiatan bersih-bersih sampah di Kramat Jati. Foto: Metro TV/Zaenal.Hanif mencontohkan, pengolahan sampah agar menjadi energi listrik, dibutuhkan dana sebesar Rp1 juta untuk satu ton sampah.
"Jadi angka yang satu juta ini alangkah baiknya bilamana kemudian dimasifkan penanganannya di hulu, baik itu pemilik kawasan maupun rumah tangga," kata Hanif.
Tanpa memilah, kata dia, semua sumber daya akan habis di hilir. "Dan kemudian pada saat di hilir tidak tersedia, menjadi timbul bencana yang luar biasa," kata Hanif.