Nattasya Amani Vrazeti • 19 August 2026 19:44
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut hujan yang sempat mengguyur sejumlah wilayah Jakarta pada Rabu, 19 Agustus 2026 sore, merupakan hasil operasi modifikasi cuaca (OMC).
Pramono menyampaikan Pemprov DKI Jakarta berupaya memanfaatkan setiap kemunculan awan potensial, sekecil apa pun, untuk memaksimalkan pembuatan hujan buatan.
“Pemerintah DKI Jakarta ketika begitu ada awan, sekecil apa pun awan itu, akan kita buat untuk hujan buatan,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta.
Pramono mengonfirmasi hujan singkat yang mengguyur Jakarta merupakan hasil modifikasi cuaca. Meski sempat turun dalam dua sesi, ia menyebut intensitasnya sangat berbeda dengan hujan pada musim penghujan.
“Memang tadi sempat dua kali hujan. Break kurang lebih 30 menit, hujan lagi. Walaupun ini kan kelihatan banget lah, bukan sesuatu hujan yang seperti pada musim hujan. Ini adalah hujan yang memang ada modifikasi cuaca,” imbuhnya.
Menurut Pramono, meski hasilnya belum maksimal akibat keterbatasan awan, hujan tersebut minimal dapat menyegarkan kualitas udara di ibu kota.
“Sehingga dengan demikian, minimal ini membuat ada lebih segar sedikit walaupun belum maksimal karena memang awannya enggak ada. Problemnya itu,” ujarnya.