Whoosh Jadi Kereta Konvensional Tercepat di Dunia, Ini Faktanya

29 April 2026 09:03

Jakarta: Per 2025, Kereta Cepat Whoosh Jakarta–Bandung ditetapkan sebagai kereta konvensional tercepat di dunia berdasarkan data Railway Tech Indonesia.

Whoosh yang diresmikan pada Oktober 2023 ini memiliki kecepatan operasional rata-rata 350 kilometer per jam, dengan kecepatan maksimum mencapai 354 kilometer per jam.

Kereta ini menggunakan tipe CR400AF dengan dimensi besar, yakni tinggi 4,05 meter dan lebar 3,36 meter. Panjang tiap intermediate kereta mencapai 25 meter, sementara panjang lokomotif sekitar 27,7 meter.
 

 

Daya Tahan dan Sistem Keamanan

Whoosh dirancang memiliki masa operasional hingga 30 tahun sejak produksi. Kereta ini juga mampu beroperasi dalam berbagai kondisi cuaca, termasuk iklim tropis dengan suhu dan kelembapan tinggi.

Sebagai bagian dari sistem keamanan, setiap rangkaian dilengkapi dua lightning arrester untuk melindungi dari sambaran petir. Desain ini memastikan Whoosh dapat menempuh perjalanan jarak jauh seperti rute Jakarta–Bandung secara aman dan stabil.

Kapasitas dan Fasilitas Penumpang

Whoosh memiliki kapasitas total 601 penumpang dalam delapan gerbong. Layanan dibagi ke dalam tiga kelas, yaitu:
  • VIP: 18 penumpang
  • First Class: 28 penumpang
  • Second Class: 555 penumpang
Fasilitas yang tersedia meliputi layanan untuk difabel, kereta makan (dining car), ruang penyimpanan bagasi, serta stop kontak di setiap kursi.

Seleksi dan Pelatihan Masinis

Proses seleksi masinis Whoosh dilakukan dengan standar ketat. Calon masinis diwajibkan memiliki kondisi fisik dan mental yang prima, serta lolos pemeriksaan medis dan psikologis.

Mengacu pada informasi PT Kereta Cepat Indonesia China, pelatihan masinis meliputi teori, praktik, dan uji kompetensi. Materi teori diberikan di Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun, kemudian dilanjutkan dengan on-job training di Depo Tegalluar.

Setelah itu, calon masinis harus mengikuti sertifikasi dari Kementerian serta asesmen teknis oleh tenaga profesional asal Tiongkok.
 

Tanggung Jawab dan Standar Operasional

Masinis Whoosh juga dibekali pelatihan skenario darurat, termasuk penanganan gangguan teknis, komunikasi dengan pusat kendali, serta prosedur evakuasi.

Sebelum bertugas, masinis wajib menjalani pemeriksaan kesehatan dan tes alkohol. Selama perjalanan, masinis bertanggung jawab penuh atas pengendalian kereta dari awal hingga akhir rute.

Setelah dinas selesai, masinis diwajibkan menyusun laporan terkait kondisi sarana dan operasional.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.

(Odetta Aisha Amrullah)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)