Menteri PPPA Usulkan Gerbong Khusus Perempuan Pindah ke Tengah Rangkaian

Wijokongko • 30 April 2026 10:19

Jakarta: Tragedi kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur memicu perbincangan serius mengenai standar keamanan posisi penumpang di dalam kereta. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, secara resmi meminta penempatan gerbong khusus perempuan di Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line untuk segera dievaluasi.

Dalam usulannya, Arifah menyarankan agar posisi gerbong perempuan digeser ke bagian tengah rangkaian kereta, sementara gerbong laki-laki ditempatkan di posisi depan dan belakang. 

"Kami mengusulkan agar ke depan gerbong perempuan ditempatkan di bagian tengah rangkaian kereta, sementara gerbong laki-laki berada di bagian depan dan belakang," ujar Arifah Fauzi.
Usulan tersebut didasari oleh pertimbangan teknis mengenai titik aman pada sebuah rangkaian kereta. 

Secara mekanis, bagian tengah kereta memang terbukti jauh lebih aman dibandingkan posisi ujung. Saat terjadi insiden luar biasa, gerbong bagian tengah cenderung tidak terdampak langsung oleh energi benturan utama.

Biasanya, kecelakaan kereta api akan memberikan dampak kerusakan paling parah pada gerbong pertama dan gerbong paling belakang. 
Kedua posisi ujung tersebut sering kali mengalami perubahan bentuk atau kerusakan struktur akibat tekanan besar (Deformasi) atau bahkan keluar dari jalur rel.  Tak hanya saat terjadi tabrakan frontal, gerbong depan dan belakang juga menjadi titik paling tidak aman ketika kereta mengalami Anjlok.

Dengan memindahkan kelompok rentan ke posisi tengah, stabilitas penumpang saat terjadi guncangan hebat dapat lebih terjaga. 
Usulan ini kini menjadi pertimbangan penting bagi otoritas perkeretaapian dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) guna meningkatkan standar keselamatan transportasi publik di masa depan.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Muhammad Fauzan)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Wijokongko)