Ilustrasi Pexels
Gerbong Perempuan Disorot Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Ini Posisi Relatif Aman
Muhamad Marup • 29 April 2026 07:00
Jakarta: Posisi gerbong Kereta Rel Listrik (KRL) menjadi sorotan usai kecelakaan kereta di Bekasi Timur. Insiden tabrakan kereta tersebut terjadi di gerbong perempuan dan bahkan seluruh korban tewas dalam insiden tersebut merupakan perempuan.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi meminta penempatan gerbong khusus perempuan di KRL Commuter Line dievaluasi. Ia mengusulkan agar ke depan gerbong perempuan ditempatkan di bagian tengah rangkaian kereta.
"Kami mengusulkan agar ke depan gerbong perempuan ditempatkan di bagian tengah rangkaian kereta, sementara gerbong laki-laki berada di bagian depan dan belakang," kata Arifah di RSUD Chasbullah Abdul Madjid Kota Bekasi, Selasa, 28 April 2026.
Usulan tersebut mendapat sorotan dari para netizen yang menilai bahwa pemindahan bukan solusi. Lantas benarkah posisi gerbong sekarang yang berada di paling depan dan belakang sudah aman?
Posisi Gerbong Paling Aman
Melansir Phinemo.com, dalam rangkaian kereta yang panjang, bagian tengah memang yang lebih aman. Saat terjadi kecelakaan, gerbong bagian tengah tidak akan terdampak banyak.Biasanya, kecelakaan kereta api akan menimbulkan dampak pada gerbang pertama dan paling belakang, bahkan tak jarang keduanya mengalami deformasi atau keluar dari rel.
Sementara itu, mengutip dari situs Chinatrainbooking.com, dua gerbong paling depan dan belakang adalah yang paling tidak aman. Tidak hanya tabrakan kereta seperti di Bekasi Timur, kedua gerbong tersebut menjadi yang paling terdampak jika kereta anjlok.
Secara umum diyakini bahwa bagian depan kereta adalah tempat paling berbahaya dalam tabrakan dari depan, sedangkan gerbong belakang adalah yang paling berbahaya dalam tabrakan dari belakang. Namun kenyataannya, anjloknya kereta sembilan kali lebih mungkin terjadi daripada tabrakan atau tabrakan dari belakang.
Lembaga profesional asing menemukan bahwa antara tahun 2005 dan 2014, terdapat sekitar 13.200 anjloknya kereta, dibandingkan dengan sekitar 1.450 tabrakan dan tabrakan dari belakang.
Penelitian menunjukkan bahwa rel yang rusak atau sambungan las adalah penyebab utama anjloknya kereta, dan anjloknya kereta sebagian besar terjadi di dekat bagian depan kereta.
Alasan Gerbong Perempuan di Depan dan Belakang

Ilustrasi Pexels
Dibanding keselamatan, posisi gerbong khusus perempuan di KRL lebih mengutamakan pelayanan. Penempatan gerbong wanita di bagian depan dan belakang dilakukan untuk menghindari penumpukan penumpang.
Selain itu, posisi paling depan dan belakang biasanya lebih dekat dengan akses masuk dan keluar kereta. Paling utama dari adanya gerbong khusus ini juga untuk memberikan rasa aman bagi perempuan agar terhindar dari kasus-kasus pelecehan.
Sebagai informasi, pemerintah sempat berencana mengevaluasi posisi gerbong khusus perempuan pada tahun 2013. Hal ini dilatarbelakangi kejadian tabrakan KRL dengan Truk Pertamina yang mengakibatkan gerbong perempuan terbakar.