Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi. (Dokumentasi/ Metro TV)
Gerbong Perempuan KRL Diusul Pindah ke Tengah, Ini Alasannya
Antonio • 28 April 2026 19:45
Bekasi: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi meminta penempatan gerbong khusus perempuan di KRL Commuter Line dievaluasi. Ia mengusulkan agar ke depan gerbong perempuan ditempatkan di bagian tengah rangkaian kereta.
“Kami mengusulkan agar ke depan gerbong perempuan ditempatkan di bagian tengah rangkaian kereta, sementara gerbong laki-laki berada di bagian depan dan belakang,” kata Arifah di RSUD Chasbullah Abdul Madjid Kota Bekasi, Selasa, 28 April 2026.
Sementara pihak KAI telah menyampaikan bahwa penempatan gerbong wanita di bagian depan dan belakang dilakukan untuk menghindari penumpukan penumpang.
Arifah mengatakan, jumlah penumpang yang menjalani perawatan di RSUD CAM Kota Bekasi mencapai 55 orang. Dari jumlah tersebut, 15 di antaranya sudah diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.
“Berdasarkan informasi yang kami terima, terdapat 55 korban yang dirujuk ke RSUD, termasuk tiga orang meninggal. Dari jumlah tersebut, 15 orang sudah kembali ke rumah,” ungkap Arifah.

Menteri PPPA saat menjenguk korban tabrakan kereta yang menjalani perawatan di RSUD CAM Kota Bekasi. (Metrotvnews.com/ Antonio)
Dia mengatakan, saat ini korban lainnya masih menjalani perawatan. “Secara umum, kondisi korban bervariasi, mulai dari luka memar hingga patah tulang,” ujar Arifah.
Puluhan korban dinyatakan luka-luka dalam tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026. Tabrakan di Stasiun Bekasi Timur itu melibatkan Kereta Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line.