Rusia Tarik Pasukan dari Pangkalan Militer Suriah

28 January 2026 12:25

Pasukan Rusia mulai menarik diri dari posisi mereka di timur laut Suriah, tepatnya di wilayah yang dikuasai oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF) pimpinan Kurdi. Penarikan ini dilakukan setelah kelompok tersebut kehilangan sebagian besar wilayahnya dalam serangan yang diluncurkan oleh pasukan pemerintah setempat.

Wartawan Associated Press yang mengunjungi pangkalan di dekat bandara Qamishli pada Selasa, 27 Januari 2026, mendapati fasilitas tersebut kini dijaga oleh pejuang SDF. Para pejuang di lokasi menyatakan bahwa militer Rusia telah memindahkan peralatan mereka secara bertahap dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi barak yang dulunya menjadi tempat tinggal tentara Rusia, kini sebagian besar kosong dengan barang-barang yang berserakan tertinggal. Di dalam ruangan ditemukan berbagai peralatan olahraga, sisa makanan, hingga beberapa pakaian yang tidak sempat dibawa oleh pasukan yang mundur.

Seorang pejuang SDF Ahmed Ali, yang ditempatkan di fasilitas tersebut, menyebutkan evakuasi posisi di sekitar bandara telah dimulai sejak lima atau enam hari lalu. Ia melihat pasukan Rusia menarik peralatan militer mereka dari wilayah tersebut menggunakan pesawat kargo melalui jalur udara.
 



Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Rusia mengenai alasan penarikan pasukan mereka dari wilayah strategis Qamishli tersebut. Rusia sendiri diketahui tengah membangun hubungan dengan pemerintahan baru di Damaskus setelah Bashar al-Assad digulingkan pada Desember 2025 lalu.

Hubungan diplomatik ini dilaporkan belum berjalan mulus di bawah kepemimpinan Presiden sementara Ahmed al-Sharaa karena adanya ketidaksepakatan politik. Rusia diyakini masih menjadi tempat persembunyian mantan Presiden Bashar al-Assad, yang menjadi ganjalan bagi stabilisasi hubungan kedua negara.

(Aulia Rahmani Hanifa)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)