29 August 2026 00:57
Flores: Pemerintah pusat menggelontorkan bantuan Rp200 miliar untuk membantu pemulihan warga terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut terdiri dari Rp20 miliar untuk setiap kabupaten terdampak dan Rp40 miliar untuk Pemerintah Provinsi NTT.
Bantuan tersebut dipastikan telah diterima pemerintah daerah. Presiden Prabowo Subianto menegaskan anggaran Rp20 miliar untuk setiap kabupaten terdampak harus digunakan khusus untuk penanganan bencana.
“Bantuan yang 20 miliar tiap kabupaten yang terdampak sudah sampai?” tanya Prabowo dalam tayangan Primetime News Metro TV, Jumat 28 Agustus 2026.
Petugas kemudian memastikan bantuan telah diterima dan mengingatkan pemerintah kabupaten agar anggaran tersebut tidak digunakan untuk keperluan lain.
“Sudah sampai. Kami juga sudah sampaikan ke Pak Bupati bantuan itu tidak boleh digunakan hal yang lain kecuali untuk menangani bencana,” jawab petugas.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan bantuan tersebut sangat membantu pemerintah daerah mempercepat penanganan warga yang masih membutuhkan dukungan pascagempa.
“Semua kabupaten di Pulau Flores ini mendapatkan 20 miliar, dan provinsi 40 miliar, itu sangat membantu kami untuk menggerakkan lebih maksimal lagi biar bisa bantu pengungsi,” kata Emanuel.
Baca Juga :
Menurut Emanuel, bantuan juga diberikan kepada Flores Timur meski wilayah tersebut tidak termasuk daerah yang terdampak gempa. Bantuan diberikan karena wilayah tersebut masih menghadapi dampak erupsi Gunung Lewotobi yang telah berlangsung selama sekitar dua tahun.
Dalam penanganan kebutuhan sehari-hari pengungsi, pemerintah daerah juga melibatkan masyarakat dan pelaku usaha setempat. Toko dan kios diminta tetap menyediakan kebutuhan warga selama masa tanggap bencana, sementara pembayarannya ditanggung pemerintah.
“Salah satu juga yang kami kemarin gunakan adalah menggunakan instrumen masyarakat. Waktu itu kita bilang pokoknya semua toko, kios silakan memberikan dukungan bagi masyarakat, nanti provinsi bayar atau pemerintah bayar,” ujar Emanuel.
Kebutuhan yang diprioritaskan meliputi makanan, minuman, selimut hingga matras. Langkah tersebut dilakukan agar warga di lokasi pengungsian tidak kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar.
“Pokoknya jangan sampai ada yang tidak bisa makan atau minum atau tidak punya selimut ataupun matras pada saat bencana itu,” tegasnya.
Emanuel mengatakan skema tersebut juga membantu warga di wilayah yang sulit dijangkau, termasuk Pulau Palue. Toko dan kios setempat tetap memberikan kebutuhan bagi warga meski berada di kawasan yang aksesnya tidak mudah.