Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, masih belum sepenuhnya teratasi. Titik api terpantau masih terus bermunculan di sejumlah kawasan, salah satunya di Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya.
Jurnalis Metro TV, Ardhan Anugrah melaporkan, karakteristik lahan gambut membuat upaya pemadaman menjadi sangat menantang. Meski tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla telah melakukan pemadaman dan pembasahan pada sore hari, bara api yang tersimpan di bawah lapisan gambut belum sepenuhnya mati. Hembusan angin kencang pada malam hari kerap memicu api tersebut kembali menyala dan merembet ke area yang lebih luas, bahkan mendekati kawasan permukiman warga.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Tengah per 25 Agustus 2026, tim Satgas telah mendeteksi lebih dari 25.700 titik api. Luasan lahan yang hangus terbakar tercatat telah mencapai lebih dari 121 hektare.
Sebagai respons tegas terhadap bencana buatan manusia ini, jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah telah menetapkan 13 orang sebagai tersangka pembakaran lahan. Pemerintah Provinsi Kalteng juga berkomitmen untuk terus mengusut tuntas pihak-pihak yang memicu kebakaran demi memberikan efek jera.
Penderita ISPA Tembus 70 Ribu Kasus
Data Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya pada Kamis, 27 Agustus 2026, mencatat adanya 146 kasus baru Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Jika diakumulasikan, total kasus ISPA di wilayah ini telah menyentuh angka lebih dari 70.000 kasus.
Lonjakan penderita ISPA ini mayoritas menyasar kelompok rentan. Dinas Kesehatan mengimbau keras masyarakat terutama anak-anak, warga lanjut usia (lansia), dan mereka yang memiliki komorbid atau penyakit bawaan, untuk meminimalisasi aktivitas di luar rumah.
Mengingat kondisi udara yang masih memburuk dan berstatus Siaga Darurat, masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan diwajibkan selalu mengenakan masker.