16 July 2026 23:16
Polisi mengungkap dugaan kuat bahwa siswa berinisial R, pelaku ledakan bom rakitan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kota Padang, merupakan korban perundungan atau bullying yang dialaminya selama dua tahun terakhir. Temuan tersebut membuat aparat tidak hanya menempuh proses hukum, tetapi juga mengedepankan upaya pemulihan psikologis terhadap pelaku.
Kapolresta Padang Kombes Pol Apri Wibowo mengatakan hasil pemeriksaan awal menunjukkan aksi tersebut dipicu oleh dendam akibat perundungan yang dialami pelaku di lingkungan sekolah. Karena itu, kepolisian akan melakukan pendekatan yang berorientasi pada pemulihan kondisi mental anak.
"Ke depan kita akan melakukan langkah-langkah di mana anak ini sebenarnya korban, korban bully. Dan kita akan mencoba memulihkan semangatnya sehingga tidak ada rasa lagi untuk emosi dan segala macam," kata Apri Wibowo dalam tayangan Top News Metro TV, Kamis 16 Juli 2026.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 14 Juli 2026, sekitar pukul 10.15 WIB saat pergantian jam pelajaran. Ledakan berasal dari sebuah bom rakitan yang disimpan di dalam laci meja kosong di area luar kelas XII IPS. Tidak ada korban jiwa maupun luka, namun ledakan sempat memicu kepanikan di lingkungan sekolah.
Petugas keamanan kemudian menemukan tas milik pelaku yang masih berisi tiga bom rakitan aktif. Pelaku sempat berusaha melarikan diri dengan berganti pakaian, tetapi berhasil diamankan sebelum meninggalkan area sekolah.