Jakarta: Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai menunjukkan perkembangan positif setelah sempat mengalami erupsi menerus. Meski intensitas letusan menurun, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menjaga protokol kesehatan di luar ruangan. Berikut fakta-fakta penting terkait kondisi terkini Gunung Anak Krakatau.
Erupsi Terus Menerus 25 Jam Berakhir, Masuki Fase Strombolian
Berdasarkan data Badan Geologi, Gunung Anak Krakatau sempat mengalami episode erupsi terus-menerus selama 25 jam sejak 4 September hingga 6 September 2026 dini hari. Namun, terhitung sejak 7 September 2026, aktivitas gunung api di Selat Sunda tersebut telah memasuki fase letusan
Strombolian atau letusan ringan.
Status Masih Level 3 (Siaga)
Meskipun telah memasuki fase ringan, pengamatan instrumental pada periode 6-7 September masih menunjukkan aktivitas kegempaan yang cukup tinggi, termasuk 93 kali gempa
low frequency dan 98 kali gempa
hybrid. Pada 8 September pukul 05.34 WIB, erupsi kembali terekam selama 10 hingga 15 detik dengan amplitudo maksimum 47 mm. Saat ini, status Gunung Anak Krakatau masih bertahan di Level 3 (
Siaga).
Sebaran Abu Vulkanik Bergeser ke Samudera Hindia
Kabar baik bagi warga di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya, pantauan
citra satelit Himawari 9 menunjukkan bahwa sebaran abu vulkanik kini mulai menjauhi pemukiman padat.
Pada ketinggian hingga 15.000 kaki, abu vulkanik terpantau meluas ke wilayah Barat Laut dan Barat Daya, mencakup sebagian kecil Banten dan Jawa Barat. Namun, mayoritas arah angin membawa abu menuju Samudera Hindia. Per 8 September 2026 pukul 02.00 WIB, abu vulkanik hampir sepenuhnya meninggalkan wilayah Jakarta, Lampung, dan sebagian besar Sumatra Selatan.
Operasional Bandara Kembali Normal
Sektor penerbangan mulai menunjukkan pemulihan. Hasil metode paper test (uji kadar abu di landasan) menunjukkan hasil negatif di empat bandara utama:
- Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (4 kali berturut-turut negatif).
- Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
- Bandara Husein Sastranegara, Tangerang.
- Bandara Budiarto Curug, Bandung.
Beberapa bandara yang sempat berhenti beroperasi kini telah dibuka kembali secara bertahap.
Imbauan Kesehatan
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan tetap menekankan pentingnya protokol kesehatan bagi warga di wilayah terdampak abu. Masyarakat diminta menggunakan:
- Masker Medis: Untuk melindungi paru-paru dari partikel PM 2,5.
- Pelindung Mata: Menghindari iritasi akibat debu vulkanik.
- Pakaian Tertutup: Menggunakan jaket dan celana panjang saat beraktivitas di luar ruangan untuk mencegah iritasi kulit.
Kelompok prioritas seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penderita komorbid seperti asma diminta untuk meminimalisir aktivitas di luar ruangan.
Dalam rapat terbatas, Presiden Prabowo Subianto menegaskan agar seluruh unsur terkait tetap bersiaga. Pemerintah tidak hanya memantau Gunung Anak Krakatau, tetapi juga mewaspadai adanya peningkatan aktivitas vulkanik di beberapa wilayah lain di Indonesia guna memastikan keselamatan warga tetap terjaga.