14 Ribu Jemaah Umrah Terdampak Penutupan Bandara Soetta

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak mendatangi para jemaah umrah di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta. Metrotvnews.com/ Hendrik Simorangkir

14 Ribu Jemaah Umrah Terdampak Penutupan Bandara Soetta

Hendrik Simorangkir • 8 September 2026 14:29

Tangerang: Penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, selama tiga hari berdampak terhadap sekitar 14 ribu jemaah umrah. Mereka tertunda berangkat setelah seluruh penerbangan pada 5–7 September 2026 dibatalkan.

"Jadi pada 5, 6, dan 7 September 2026 itu kan semuanya dibatalkan keberangkatannya. Ada sekitar kurang lebih 14 ribuan jemaah kita yang kemudian tidak bisa berangkat, jemaah umrah," ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak saat mendatangi jemaah umrah di Terminal 2 Bandara Soetta, Selasa, 8 September 2026.


Pihaknya terus memantau pemenuhan hak jemaah umrah oleh maskapai dan agen perjalanan. Sementara jemaah yang terdampak memilih kembali ke daerah masing-masing.

"Sebagian kemarin ditampung di Asrama Haji Cipondoh, kemudian ada yang kembali kemarin ke daerahnya masing-masing, baik itu di Jawa maupun di Sumatra. Namun, pihak travel dan maskapai yang menangani jemaah umrah itu harus tetap menjamin penjadwalan ulang mereka. Nah, hari ini saya memantau keberangkatan," jelas Danhil. 

Jemaah umrah yang belum dapat berangkat akan dijadwalkan ulang. Pihaknya juga telah mengirim surat edaran terkait tanggung jawab travel dan maskapai.

"Jadi dari Dirjen Bina dan Pengendalian, kami memastikan bahwasanya travel umrah dan maskapai itu harus memenuhi tanggung jawab mereka, terutama terkait dengan penjadwalan ulang," kata Danhil. 


Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak mendatangi para jemaah umrah di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta. Metrotvnews.com/ Hendrik Simorangkir


Dahnil mengatakan Bandara Soekarno-Hatta telah kembali dibuka per hari ini. Penerbangan jemaah umrah mulai berjalan sesuai jadwal.

"Bisa lebih dari 15 ribuan ya yang dari Bandara Soekarno-Hatta. Dan jadi kita pastikan tidak ada penambahan biaya terkait ini. Jadi penjadwalan ulang itu harus dilakukan segera mungkin," ungkap Danhil. 

(Silvana Febiari)