Asap Pekat Karhutla, Jarak Pandang di Palangka Raya Sempat Kurang dari 100 Meter

13 October 2026 02:02

Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Memasuki bulan keempat, kualitas udara di wilayah tersebut hingga kini masih bertahan pada status sangat berbahaya dengan indeks pencemaran yang jauh melampaui batas aman untuk dihirup manusia.

Fluktuasi kepekatan asap terjadi sepanjang hari. Puncak kabut asap terpekat dilaporkan terjadi pada rentang pukul 15.00 hingga 17.00 waktu setempat. Pada periode tersebut, jarak pandang merosot tajam hingga kurang dari 100 meter. Meski pada malam hari jarak pandang sedikit berangsur membaik, kualitas udara secara keseluruhan tetap bertahan pada level berbahaya.
 


Kondisi ini dipicu oleh masifnya titik api karhutla. Berdasarkan data terbaru, tercatat lebih dari 6.000 titik panas tersebar di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, dengan 657 titik di antaranya terpusat di kawasan Palangka Raya.

Pemadaman menyeluruh menjadi tantangan besar mengingat mayoritas area yang terbakar adalah lahan gambut. Berbeda dengan kebakaran lahan biasa, api pada lahan gambut menjalar dan bersembunyi di bawah permukaan tanah. Akibatnya, meski api di permukaan terlihat padam, cuaca terik dan belum turunnya hujan membuat bara api di bawah tanah terus memproduksi kepulan asap pekat yang mengarah ke permukiman.

Hingga saat ini, tercatat lebih dari 11.000 pasien di Palangka Raya menderita gangguan saluran pernapasan. Menghadapi situasi yang tak kunjung usai, masyarakat menaruh harapan besar agar hujan segera turun menyapu bersih kabut asap dari langit kota.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X