30 October 2026 17:24
Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengancam akan meminta pemegang konsesi minyak dan gas bumi (migas) mengembalikan konsesinya kepada negara jika tidak segera merealisasikan proyek yang telah mendapat persetujuan rencana pengembangan lapangan atau Plan of Development (POD).
"Kalau tidak mampu, serahkan konsesi itu kepada negara. Nanti kita akan menawarkan kepada siapa yang bisa mengerjakan, termasuk Pertamina," katanya dikutip dari tayangan Prioritas Indonesia Metro TV, Jumat 30 Oktober 2026.
Peringatan tersebut disampaikan Bahlil dalam Forum Ekonomi Keuangan dan Komersial Hulu Minyak dan Gas Bumi (FOREK Hulu Migas) 2026. Ia meminta pemegang konsesi yang telah menyelesaikan POD agar segera mengeksekusi proyek hulu migas tanpa menunda-nunda realisasi.
"Jadi kepada Bapak-Ibu yang sudah memegang konsesi, sudah selesai POD tapi belum jalan-jalan, saya meminta untuk segera dieksekusi. Mohon bantuannya," ujar Bahlil.
Meski membuka peluang bagi Pertamina untuk menggarap konsesi tersebut, Bahlil mengingatkan perusahaan pelat merah itu agar tidak bekerja lamban. Ia bahkan membuka kemungkinan kerja sama dengan perusahaan lain apabila Pertamina tidak mampu bergerak cepat.
"Pertamina punya negara, saya tidak meminta untuk kalian kerjanya lambat. Harus cepat! Kalau tidak, sharing dengan perusahaan yang lain," tegasnya.
Bahlil menyebut percepatan proyek hulu migas dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas dan lifting minyak nasional. Peningkatan produksi tersebut dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.