27 October 2026 22:57
Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) membuahkan hasil dengan turunnya hujan di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, selama dua hari terakhir. Meski sukses menipiskan kepekatan kabut asap di udara, hujan singkat ini terbukti belum mampu mengakhiri bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di area lahan gambut.
Relawan sekaligus anggota BPBD Kota Palangka Raya, Muhammad Haikael Febrianto, melaporkan bahwa curah hujan yang turun masih terlampau minim untuk memadamkan sebaran titik api.
"Kalau menurut saya titik api menurun itu enggak. Cuman kurang lama aja hujannya, terjadi sekitar jam 03.00 sampai jam 03.30, sekitar 30 menitan," ungkap Haikael dalam dialog Primetime News, Metro TV, Selasa 27 Oktober 2026.
Singkatnya durasi guyuran hujan membuat air tidak mampu meresap jauh ke bawah permukaan tanah gambut. Menyikapi kondisi ini, Satgas Darat Karhutla Kalteng tetap disiagakan untuk melakukan proses pendinginan secara manual di lokasi-lokasi rawan. Namun, upaya ini terkendala oleh akses logistik dasar.