Tips Mix & Match Batik ala Stephany Soekendar Supaya Tampil Lebih Modis

2 October 2026 13:35

Jakarta: Pegiat batik Stephany Soekendar membagikan tips memadukan batik dengan pakaian sehari-hari agar tetap terlihat modis dan nyaman digunakan. Salah satunya dengan memadukan kain batik dengan kaus polos sehingga batik tidak hanya dikenakan saat menghadiri acara formal atau kegiatan tertentu.

Stephany mengatakan, dirinya mulai membiasakan memakai batik setiap hari sekitar 2020. Ketertarikannya berawal dari kebiasaan keluarga, terutama sang nenek yang masih mengenakan kain dan kebaya dalam aktivitas sehari-hari.

“Awal 2020 saya mulai melihat bagaimana batik itu diproses, bagaimana ibu-ibu batik kita ini mengalami perjuangan yang panjang untuk akhirnya bisa menjual hasil karyanya. Sehingga dari sana saya mulai terinspirasi dengan coba deh saya pakai setiap hari,” kata Stephany dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Kamis 2 Oktober 2026.

Menurut Stephany, batik dapat dikenakan untuk berbagai aktivitas, termasuk dipadukan dengan kaus atau pakaian santai. Ia juga mengampanyekan kebiasaan tersebut melalui media sosial pribadinya.

Meski begitu, Stephany mengakui masih banyak orang yang menganggap penggunaan batik berkaitan dengan acara tertentu. Ia kerap mendapat pertanyaan apakah dirinya hendak menghadiri acara atau baru pulang berlibur ketika mengenakan batik.

Stephany menilai pengetahuan generasi muda tentang batik, termasuk perbedaan motif tradisional dan modern serta teknik pembuatannya, masih perlu ditingkatkan. Menurutnya, pemahaman mengenai batik masih terbatas, terutama bagi anak muda yang tidak memiliki latar belakang keluarga atau komunitas yang berkaitan dengan industri batik.

“Untuk teman-teman yang mungkin tidak bergabung dalam komunitas atau mungkin tidak punya latar belakang keluarga yang ada di bisnis batik, menurut aku sampai saat ini masih minim sekali pengetahuannya bahkan untuk membedakan ada batik yang motifnya A, B, dan seterusnya, kemudian ada batik yang tradisional dan yang modern. Batik juga kita sekarang kan ada dua ya teknik umumnya ada yang cap ada yang tulis gitu. Itu masih susah sekali generasi kita yang sekarang ini untuk punya pemahaman terkait itu,” kata Stephany. 

Di sisi lain, ia melihat semakin banyak anak muda yang mulai memasukkan kain tradisional atau wastra ke dalam gaya berpakaian sehari-hari. Tren berkain tersebut dinilainya menjadi peluang untuk memperkenalkan batik lebih luas kepada generasi muda.

Untuk pemula yang ingin mencoba mengenakan batik tanpa terlihat kuno, Stephany menyarankan padu padan sederhana menggunakan kaus polos berwarna hitam, putih, atau warna lain tanpa gambar.

“Kaos polos mau itu hitam putih ataupun warna yang tidak ada gambar, kemudian aku bisa paduin dengan kain apa aja,” ujarnya.

Setelah merasa nyaman memadukan batik dengan pakaian polos, lebih lanjut Stephany menyarankan memilih satu atau dua warna dominan dari motif atasan, lalu mencari bawahan dengan warna senada agar padu padannya tetap serasi.

Stephany juga mendorong para perajin untuk terus mengeksplorasi motif dan berani mengenalkan karya mereka kepada anak muda. Menurutnya, karakter batik yang memiliki beragam motif dapat menjadi daya tarik bagi generasi yang ingin tampil berbeda.

“Batik itu bukan sekadar polanya saja, tapi itu adalah bagaimana seni yang di mana satu kain batik ini tidak punya kembaran, apalagi batik tulis,” kata Stephany.

Ia berharap para perajin terus mengembangkan motif batik dan memperkenalkannya kepada generasi muda agar batik dan wastra Indonesia semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X