24 October 2026 12:04
Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman. Ia menyebut cadangan BBM nasional masih berada di atas rata-rata, meski terdapat kendala distribusi di sejumlah wilayah.
Bahlil menjelaskan, keterlambatan pasokan BBM yang sempat terjadi di Bali bukan disebabkan persoalan cadangan nasional, melainkan keterlambatan kapal yang mengangkut BBM dari Jawa Timur.
“Izin kami laporkan kejadian kemarin di Bali, itu sesungguhnya yang terjadi adalah bukan persoalan cadangan nasionalnya, tetapi distribusi dari Jawa Timur ke Bali itu yang terlambat kapal. Kurang lebih sekitar harusnya masuk 05.30 pagi, masuknya malam,” kata Bahlil dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu 24 Oktober 2026.
Ia memastikan stok BBM di Bali telah mencapai 12 hari. Pemerintah juga mengantisipasi potensi kendala distribusi ke sejumlah wilayah di Kalimantan dan Papua, termasuk Asmat.
Menurut Bahlil, faktor cuaca dan pendangkalan sungai menjadi tantangan dalam penyaluran BBM ke wilayah tersebut. Kondisi ini membuat sejumlah jalur distribusi yang sebelumnya dapat dilalui melalui laut harus dialihkan melalui jalur darat.
"Kita harus mengantisipasi beberapa wilayah yang terdampak cuaca ini, seperti terjadinya pendangkalan sungai. Di Kalimantan terjadi pendangkalan sungai, begitu juga di Papua, di Asmat, yang tadinya bisa lewat laut, sekarang kita harus putar lewat darat,” ucapnya.