Pertamina Perketat Pengawasan Distribusi BBM dan LPG Bersubsidi

Region Manager Retail Sales Jawa Bagian Barat PT Pertamina Patra Niaga Tiara Thesaufi Harisoesyanto. Foto: Metro TV/Muhammad Adyatma Damardjati.

Pertamina Perketat Pengawasan Distribusi BBM dan LPG Bersubsidi

Muhammad Adyatma Damardjati • 24 October 2026 02:04

Jakarta: PT Pertamina Patra Niaga memperketat pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG bersubsidi untuk mempersempit celah penyelewengan. Salah satu langkah yang dilakukan dengan sistem digitalisasi.

"Kami secara berkelanjutan terus melakukan pengetatan sistem pengawasan secara internal dan eksternal guna memperkecil celah penyelewengan BBM dan LPG bersubsidi melalui sistem digitalisasi," ujar Region Manager Retail Sales Jawa Bagian Barat PT Pertamina Patra Niaga Tiara Thesaufi Harisoesyanto dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat, 23 Oktober 2026.

Ia menjelaskan digitalisasi dilakukan melalui program Subsidi Tepat dan registrasi pembelian LPG bersubsidi. Menurut Tiara, sistem itu menjadi bagian dari komitmen mendampingi penegakan hukum.

"Dalam bentuk komitmen nyata dari kami, dalam hal mendampingi langkah penegakan hukum, kami terus melakukan pengetatan sistem pengawasan," ujar Tiara.

Pertamina tidak segan menjatuhkan sanksi tegas kepada penyalur yang terbukti ikut bermain. Sanksi diberikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Kami juga memberikan sanksi tegas bilamana terbukti dari lembaga penyalur sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ucap Tiara.

Tiara menegaskan pengungkapan kasus penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi penting untuk melindungi hak masyarakat berpenghasilan rendah. Langkah hukum ini dinilai menjaga ketahanan energi nasional.

"Penindakan hukum merupakan salah satu bentuk komitmen nyata kepolisian dalam melindungi hak masyarakat khususnya yang berpenghasilan rendah dan menjaga ketahanan energi nasional," ujar Tiara.


Ilustrasi penyelewengan BBM. Foto: dok. Antara. 

Tiara memastikan stok energi di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya terpenuhi. Meski begitu, masyarakat diimbau membeli BBM maupun LPG sesuai kebutuhan.

"Kami jamin semuanya terpenuhi dan tidak perlu khawatir masyarakat terkait masalah stok. Belilah sesuai dengan kebutuhannya," kata Tiara.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya membongkar kasus penyelewengan LPG dan biosolar subsidi. Dua tersangka langsung ditangkap.

Pihak kepolisian menyita barang bukti berupa 106 tabung LPG 3 kilogram kosong, tabung LPG 12 kilogram berisi hasil pemindahan, delapan tabung LPG 12 kilogram kosong, serta alat pemindahan gas dan segel.

Sedangkan terkait penyelewengan biosolar, pelaku memperolehnya melalui penggunaan barcode yang tidak sesuai dengan kendaraan serta pembelian dari kendaraan lain. Petugas mengamankan satu tersangka dengan barang bukti sekitar 1.000 liter biosolar dan kendaraan Isuzu Elf.

(Gabriella Thesa Widiari)