9 May 2026 17:44
Di tengah derasnya gempuran musik modern dan dominasi konten digital, alunan gamelan tradisional Jawa ternyata masih memiliki taji untuk memikat hati generasi muda. Bertempat di Pendopo Loji Gandrung, yang merupakan rumah dinas Wali KJota Surakarta, puluhan mahasiswa dan anak muda tampak antusias mendalami seni menabuh gamelan bersama Komunitas Yuk Belajar Seni.
Suara gong, bonang, saron, dan kempul saling berpadu menciptakan harmoni di tangan para anak muda ini. Mereka membuktikan bahwa gamelan bukan sekadar instrumen kuno milik generasi tua, melainkan media ekspresi kreativitas yang relevan di era modern.
Belajar gamelan di komunitas ini tidak hanya soal memainkan nada, para peserta dilatih untuk membangun kekompakan, konsentrasi, dan kesabaran saat memainkan irama secara bersama-sama. Melalui setiap irama, mereka belajar tentang filosofi kebersamaan, saling mendengarkan, dan menjaga keselarasan.
“Saya sangat menikmati karena ada kepuasan tersendiri saat semua alat gamelan bisa dialunkan bersamaan. Itu membutuhkan keterampilan dan kerja sama tim,” ujar salah satu peserta, Wawa Wafaro yang dikutip Selamat Pagi Indonesia pada Sabtu, 9 Mei 2026.
| Baca juga: Rerie Dorong Pembangunan Nasional Berbasis Kebudayaan |