15 September 2026 19:17
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia telah mengalami perubahan signifikan di sektor pangan, dari negara yang selama bertahun-tahun menjadi importir sejumlah komoditas pangan kini mampu menjadi eksportir. Transformasi tersebut dinilai membuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan dukungan pangan bagi dunia.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri sesi pertemuan bertema Resilience, Innovation, Cooperation, and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di New Delhi, India.
Di hadapan para pemimpin BRICS, Prabowo mengatakan Indonesia sebelumnya menjadi salah satu importir utama biji-bijian, beras, dan jagung. Namun, peningkatan kemampuan produksi dalam negeri membuat posisi Indonesia berubah.
"Indonesia selama bertahun-tahun sebagai importir biji-bijian, beras, dan jagung terbesar. Sekarang kita adalah eksportir dan kita dapat meningkatkan dukungan bagi seluruh dunia," kata Prabowo dalam tayangan Prioritas Indonesia Metro TV, Selasa 15 September 2026.
Prabowo menilai perubahan tersebut juga dapat membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat ekonomi hijau sekaligus meningkatkan posisi dalam rantai nilai global.
"Hal ini dapat menjadikan ekonomi hijau sebagai peluang dan memperkuat posisi kita dalam rantai nilai global," ujarnya.