Semarang: PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) memperpanjang rekayasa lalu lintas berupa one way lokal di ruas Tol Trans Jawa wilayah Jawa Tengah hingga KM 459. Kebijakan ini dilakukan atas diskresi Kepolisian guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan pada arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah.
Sebelumnya, sistem one way lokal telah diberlakukan sejak pukul 16.30 WIB, mulai dari KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung di ruas Batang–Semarang hingga KM 442 ruas Semarang–Solo. Namun, seiring meningkatnya kepadatan lalu lintas, rekayasa tersebut diperpanjang hingga KM 459 pada pukul 17.20 WIB.
Perpanjangan ini ditujukan untuk menjaga kelancaran distribusi kendaraan, khususnya yang mengarah ke wilayah Bawen, Solo, hingga Surabaya.
Sinergi Operator Tol
Dalam pelaksanaannya, JTT bersinergi dengan sejumlah anak usaha di wilayah Jawa Tengah, yakni PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) dan PT Trans Marga Jateng (TMJ). Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan kesiapan operasional selama periode mudik.
Vice President Corporate Secretary & Legal JTT, Ria Marlinda Paallo, mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan optimal bagi pengguna jalan tol.
“Melalui sinergi yang solid antara JTT, JSB, dan TMJ, kami memastikan kesiapan operasional secara menyeluruh, mulai dari penyiapan petugas, optimalisasi gardu tol, hingga dukungan sarana dan prasarana lalu lintas,” ujarnya.
Imbauan bagi Pemudik
Jasa Marga mengimbau para pengguna jalan untuk tetap mematuhi rambu lalu lintas serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Selain itu, pemudik juga diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum perjalanan.
Pengguna jalan juga diingatkan untuk memanfaatkan rest area secara bijak dan beristirahat jika merasa lelah, guna menjaga keselamatan selama perjalanan.
Untuk mendapatkan informasi lalu lintas terkini, masyarakat dapat mengakses aplikasi Travoy atau menghubungi one call center Jasa Marga di nomor 133.
Langkah rekayasa lalu lintas ini diharapkan mampu menjaga kelancaran arus mudik, sekaligus meminimalkan potensi kemacetan di jalur utama Trans Jawa.