Manado: Beberapa wilayah di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), masih mengalami pemadaman listrik imbas terjadinya gempa di perairan Bitung. Petugas PLN terlihat terjun langsung ke sejumlah titik untuk menghidupkan kembali arus listrik yang padam.
Tim Leader Pelayanan Teknik ULP Manado Selatan Enjel Lakumani menjelaskan penyebab listrik padam akibat ada kabel putus. Pemadaman terjadi di kawasan Bahu hingga sepanjang Jalan Boulevard.
"Ada beberapa kawat SUTM di tegangan 20 ribu volt yang mengalami hubung singkat, sehingga terjadi putus. Jadi putus kabel. Nah sekarang tim kami melaksanakan perbaikan di beberapa lokasi," kata Enjel, dalam program Breaking News Metro TV, Kamis, 2 April 2026.
Enjel menargetkan perbaikan ini bisa selesai dalam kurun waktu satu jam. Untuk sementara, listrik di sebagian wilayah Bahu sudah kembali menyala.
"Kami menargetkan satu jam dari sekarang sudah kembali pulih," ujar Enjel.
Selain Bahu dan kawasan Jalan Boulevard, sejumlah tempat lain juga mengalami listrik padam. Misalnya, Tikala dan Sawangan. Pihaknya berjanji akan segera menuntaskannya.
"Semua tim sudah di semua titik sekarang. Tim kami sudah ada, sudah sementara pekerjaan," ucapnya.
Seperti diketahui, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang terjadi di perairan Bitung, Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara pada pukul 06.48 WITA terasa kuat hingga Kota Manado. Guncangan yang berlangsung lebih dari satu menit itu membuat sejumlah warga panik dan segera keluar rumah untuk menghindari dampak buruk.
"Gempa ini kuat sekali, bahkan bunyi kuat dari beberapa perabotan rumah tangga kami," kata Deysi, salah satu ibu rumah tangga di Kelurahan Malalayang, Kota Manado, dilansir dari
Antara, Kamis, 2 April 2026.
Fanli, salah satu pengemudi daring, mengaku sempat menghentikan aktivitasnya untuk menghindari dampak gempa. Ia khawatir terhadap risiko seperti robohnya pohon atau tiang listrik.
"Saya lagi mengendarai mobil, tapi terasa juga gempa itu. Saya harus berhentikan dulu karena banyak tiang listrik yang bergerak-gerak," ujarnya.