Tiga Peserta SPPI Meninggal Saat Latsarmil, Istana Tegaskan Program Lanjut

25 June 2026 21:05

Sebanyak tiga orang peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil). Pelatihan ini merupakan bagian dari program prioritas Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih.

Merespons tragedi tersebut, pihak Istana melalui Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro, menegaskan bahwa penanganan akan dilakukan sebaik-baiknya oleh instansi berwenang. Namun, kejadian ini dipastikan tidak akan menghentikan kelanjutan program nasional tersebut.

Identitas Tiga Peserta SPPI yang Gugur

Dikutip dari tayangan Metro Hari Ini, Metro TV, Kamis 25 Juni 2026, kejadian ini berlangsung dalam waktu yang berdekatan di sejumlah pusat pendidikan militer yang berbeda. Berikut adalah data para peserta yang meninggal dunia:

  • Anisa Muyassaroh: Peserta rekrutmen asal Jawa Timur yang mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur. Korban mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni.
  • Yonanda Muhammad Taufik: Mengikuti pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja, Sumatera Selatan. Korban mengalami penurunan kondisi kesehatan pada 17 Juni.
  • Novia Rahmadhani Sihotang: Peserta ketiga yang dilaporkan meninggal dunia pada Selasa, 23 Juni.
Mengenai kematian Anisa Muyassaroh, Kodam VI/Mulawarman mengonfirmasi bahwa saat ini investigasi internal sedang berjalan guna menemukan penyebab pasti medis dari gugurnya peserta tersebut.

"Saya memastikan bahwa seluruh prosedur dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Satdik itu sendiri sudah berjalan sesuai prosedur. Serta dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan sendiri, pendampingan melekat kepada peserta didik," ujar Kapendam VI/Mulawarman, Kolonel Inf. Gatot Teguh Waluyo.

Pihak TNI juga telah mendampingi pemulangan jenazah hingga ke rumah duka sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhumah.

Istana Pisahkan dengan Kelanjutan Program

Di Kompleks Istana Kepresidenan, Wamensesneg Juri Ardiantoro menyatakan bahwa penjelasan teknis terkait kejadian ini sudah dikoordinasikan oleh Kementerian Pertahanan. Pemerintah akan menyiapkan langkah mitigasi yang berbeda antara tata kelola evaluasi latihan dan kelanjutan program utama.

"Ya apa mitigasinya tentu berbeda antara program Koperasi Merah Putih-nya, kemudian penyediaan sumber daya untuk mengelola itu, dan tentu hal terkait dengan peristiwa atau kejadian-kejadian seperti itu akan ditangani sebaik-baiknya dan tentu dipisahkan dari kegiatan atau kelanjutan dari program ini. Jadi program Koperasi Merah Putih tentu tetap berlanjut," tegas Juri Ardiantoro.

Pemerintah berkomitmen untuk mengevaluasi aspek keamanan dan penyaringan kondisi fisik para calon manajer koperasi di masa mendatang tanpa mengorbankan jalannya program KDKMP yang ditargetkan untuk penguatan ekonomi desa.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X