5 September 2026 16:15
Jakarta: Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menyoroti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia melalui citra satelit. Pantauan tersebut menunjukkan banyak titik panas (hotspot) yang terdeteksi selama musim kebakaran 2026.
Dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu 5 September 2026, NASA mengunggah citra kondisi karhutla Indonesia melalui akun resmi X pada Jumat, 4 September 2026. Citra tersebut berasal dari instrumen MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer) pada satelit Aqua NASA.
Dalam laman resminya pada 3 September 2026, NASA menjelaskan citra tersebut diambil pada 1 September 2026. Pantauan satelit memperlihatkan sejumlah titik panas yang tersebar di wilayah Indonesia.
NASA juga menyoroti karakteristik kebakaran di lahan gambut Indonesia. Kebakaran gambut dapat membara di bawah permukaan tanah sehingga sulit terdeteksi dan dipadamkan.
Kondisi tersebut membuat kebakaran di lahan gambut berpotensi menghasilkan polusi dalam jumlah besar. Api yang membara di bawah permukaan juga dapat bertahan lebih lama sehingga penanganannya menjadi lebih sulit.