Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka selalu menyuguhkan pemandangan yang memukau, salah satunya adalah atraksi koreografi dari pasukan TNI dan Polri. Di balik keselarasan gerak tersebut, ada sosok Reza Muhammad, atau yang akrab disapa A Eza, sang koreografer yang bertanggung jawab menyusun rangkaian gerak indah tersebut.
Dalam sesi wawancara eksklusif di Studio Metro TV, Reza membagikan pengalamannya melatih para personel militer dan kepolisian. Menurutnya, latar belakang kedisiplinan yang dimiliki anggota TNI-Polri menjadi kunci utama koreografi dapat terlihat sangat rapi dalam waktu singkat.
"Sebenernya aku seneng karena mereka disiplin ya. Sisi disiplinnya justru sangat membantu aku untuk membuat koreografinya terlihat jauh lebih rapi," kata Reza, dikutip dari tayangan Live Event Metro TV, Senin, 17 Agustus 2026.
Waktu Latihan yang Singkat namun Intens
Meski terlihat sangat kompleks, Reza mengungkapkan bahwa seluruh rangkaian latihan hanya memakan waktu kurang lebih dua minggu. Intensitas latihan dilakukan dari pagi hingga sore hari tanpa mengenal lelah. Kedisiplinan tinggi para personel membuat mereka lebih cepat dalam menangkap instruksi dan gerakan baru.
Gunakan Simulator untuk Efisiensi
Salah satu tantangan terbesar melatih di Istana Merdeka adalah keterbatasan akses lokasi untuk latihan harian. Untuk mengantisipasi hal tersebut, tim menggunakan ruang simulasi yang dirancang khusus menyerupai denah dan luas area Istana.
"Kita ada tempat yang sudah disimulasikan seperti di Istana. Bentuknya sama, luasnya sama. Jadi saat sudah di Istana, proses adjustment-nya tidak terlalu rumit. Pengalaman aku, cukup dua hari (H-2) untuk penyesuaian di lokasi aslinya," jelas Reza.
Menyatukan Kewibawaan dan Keluwesan
Tantangan teknis terbesar bagi Reza adalah mengubah pembawaan personel yang terbiasa tegas menjadi lebih dinamis dan luwes saat menari, tanpa menghilangkan sisi kewibawaan mereka. Dalam satu lagu, bisa terdapat puluhan gerakan yang harus dihafal.
"Tantangannya bagaimana mentransfer koreografi untuk dihafal, tapi tetap harus ada sisi kepenarian. Walaupun kita pengen tetap tegas dan berwibawa, sisi menarinya harus tetap muncul. Practice makes perfect," tambahnya.
Reza menekankan kepada para peserta bahwa setiap sesi latihan harus dianggap sebagai penampilan yang sesungguhnya (H-Day). Hal ini dilakukan agar para personel terbiasa memberikan ekspresi terbaik, termasuk senyuman di tengah gerakan yang gagah.
Kehadiran koreografi pasukan TNI-Polri ini menjadi bukti bahwa semangat
kemerdekaan dapat dirayakan melalui perpaduan harmonis antara kekuatan militer dan keindahan seni budaya Indonesia.