Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez merespons pernyataan Trump untuk mengelola dan menjual minyak Venezuela. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan mempertahankan sumber daya alamnya setelah serangan Amerika Serikat (AS) dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro.
Menurut Rodriguez, sumber daya alam Venezuela merupakan hal yang sangat penting bagi pembangunan nasional.
"Kami siap membela sumber daya alam kami yang seharusnya untuk pembangunan nasional. Saat ini rakyat Venezuele memeiliki tingkat kesadaran yang sangat tinggi tentang arti hidrokarbon mereka dan apa yang diwakili oleh sumber daya energi mereka," tuturnya dikutip dari Primetime News, Metro TV, Kamis, 4 Januari 2026.
Sebelumnya, Presiden Donald Trump menyatakan Amerika Serikat tidak menutup kemungkinan melancarkan gelombang serangan kedua terhadap Venezuela, menyusul penangkapan Presiden Nicolás Maduro dalam operasi militer AS.
Dalam wawancara dengan Fox News yang dikutip Antara, Minggu, 4 Januari 2026, Trump menegaskan pemerintahannya telah menyiapkan skenario lanjutan jika situasi dinilai mengancam kepentingan nasional Amerika Serikat.
“Kami siap. Anda tahu, kami siap melakukan gelombang kedua. Semuanya sudah disiapkan. Operasi ini begitu kuat sehingga kami tidak perlu melakukannya, tetapi kami tetap siap,” ujar Trump. Ia menambahkan bahwa kekuatan militer AS berada dalam kondisi siaga penuh.
Trump juga mengklaim Washington telah mengerahkan kekuatan laut dalam skala besar di kawasan tersebut. “Kami berada di luar sana dengan armada seperti yang belum pernah dilihat siapa pun sebelumnya, dan kami siap,” katanya.
Pernyataan itu disampaikan setelah Trump sebelumnya mengumumkan bahwa Maduro telah ditangkap dan dikeluarkan dari Venezuela dalam sebuah operasi yang disebutnya dilakukan dengan presisi tinggi dan tanpa korban di pihak Amerika Serikat.