PM Malaysia Anwar Ibrahim. (Anadolu Agency)
Anwar Ibrahim Minta AS Segera Bebaskan Presiden Venezuela Nicolas Maduro
Willy Haryono • 4 January 2026 16:52
Kuala Lumpur: Perdana Menteri Anwar Ibrahim mendesak Amerika Serikat (AS) untuk segera membebaskan Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya, yang ditangkap dalam sebuah operasi militer di Venezuela pada Sabtu kemarin.
Dalam keterangan dari Kuala Lumpur yang dikutip Antara pada Minggu, 4 Januari 2026, PM Anwar menilai penangkapan tersebut sebagai pelanggaran yang jelas terhadap hukum internasional. Ia menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi yang terjadi dan cara penangkapan dilakukan.
“Saya telah mengikuti perkembangan di Venezuela dengan keprihatinan yang mendalam. Pemimpin Venezuela dan istrinya telah ditangkap dalam sebuah operasi militer Amerika Serikat yang berskala besar dan tidak lazim,” ujar PM Anwar.
Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dalam kerangka hukum internasional.
“Tindakan tersebut merupakan pelanggaran yang nyata terhadap hukum internasional dan merupakan penggunaan kekuatan yang tidak sah terhadap sebuah negara berdaulat. Presiden Maduro dan istrinya harus segera dibebaskan tanpa penundaan yang tidak semestinya,” kata PM Anwar.
Menurutnya, apa pun alasan yang dikemukakan, penggulingan secara paksa terhadap seorang kepala pemerintahan yang sedang menjabat melalui intervensi eksternal berpotensi menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional. PM Anwar menilai langkah semacam itu dapat mengikis batas-batas mendasar dalam penggunaan kekuasaan antarnegara dan melemahkan tatanan hukum global.
Ia menekankan bahwa masa depan politik Venezuela sepenuhnya merupakan hak rakyat negara tersebut. Ia mengingatkan bahwa pengalaman sejarah menunjukkan perubahan kepemimpinan yang dipaksakan melalui kekuatan eksternal justru kerap membawa dampak yang lebih merugikan.
“Merupakan hak rakyat Venezuela untuk menentukan masa depan politik mereka sendiri. Perubahan kepemimpinan yang dipaksakan dari luar justru berisiko memperparah penderitaan, terutama di negara yang telah lama menghadapi kesulitan ekonomi dan tekanan sosial,” tutur PM Anwar.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Malaysia memandang penghormatan terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara sebagai prinsip fundamental dalam menjaga hubungan damai antarnegara.
PM Anwar menilai keterlibatan konstruktif, dialog, dan langkah-langkah de-eskalasi tetap menjadi jalan paling kredibel untuk melindungi warga sipil dan memungkinkan rakyat Venezuela memperjuangkan aspirasi politik mereka tanpa menimbulkan penderitaan tambahan.
Baca juga: Nicolas Maduro Tiba di New York, Masa Depan Venezuela Masih Tak Jelas