Komisi XII Pastikan Stok BBM Cukup, Minta Masyarakat di Sumatra Tidak Panic Buying

16 July 2026 17:37

Jakarta: Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya merespons krisis distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di Sumatra. Ia meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong (panic buying) agar proses normalisasi distribusi dapat berjalan lebih cepat.

"Stok BBM kita cukup, tidak ada masalah ya. Jadi apa namanya dengan demikian kami berharap tidak terjadi panic buying, tidak terjadi apa namanya antrean-antrean yang disebabkan karena orang merasa gelisah jangan-jangan nanti barangnya nggak ada kan seperti itu. Padahal barangnya cukup," ujar Bambang dalam Konferensi Pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026, dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV

Dalam menghadapi permasalahan itu, kata Bambang, BPH Migas dan seluruh komitenya sudah melakukan berbagai langkah mitigasi. Mulai dari memperketat pengawasan hingga menangkap pelaku penyalahgunaan BBM.

"Kepala BP Migas dan seluruh komite menyampaikan bahwa BP Migas sudah melakukan kontrol dan sudah melakukan pengawasan, bahkan sudah banyak melakukan operasi tangkap tangan dalam kegiatannya juga melibatkan aparat hukum," katanya.

Selain memastikan ketersediaan stok, Bambang juga menegaskan bahwa harga BBM subsidi dijamin tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun anggaran 2026.

"Saya sampaikan BBM subsidi dijamin sampai tahun fiskal 2026 tidak ada perubahan. Pemerintah menjamin itu, DPR mengawal itu. Sehingga dengan demikian kita berharap bahwa ketahanan energi Indonesia merupakan suatu hal yang dapat kita banggakan dan dapat kita pertahankan," ucapnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Direktur PT Pertamina Patra Niaga Taufik Aditiyawarman menyampaikan pihaknya telah mempercepat normalisasi distribusi BBM di Sumatra. 

"Kami merespons kondisi beberapa hari terakhir dengan menambah armada darat, menambah driver atau awak mobil tangki, memperpanjang jam operasi SPBU, serta mempercepat pengiriman dari depo ke SPBU," katanya. 

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X