Desa Sade Terbakar, Ini Keunikan Tradisi Suku Sasak yang Harus Kamu Tahu

25 August 2026 11:23

Jakarta: Desa Sade menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang ikonik di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun, desa adat yang dikenal dengan berbagai tradisi khas Suku Sasak ini tengah menjadi perhatian publik setelah dilanda kebakaran pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

Peristiwa tersebut berdampak pada sejumlah rumah tradisional dan bangunan budaya di kawasan Desa Sade. Sekitar 129 rumah adat dilaporkan terbakar.

Desa Sade sendiri memiliki usia sekitar 600 tahun dan menjadi tempat tinggal masyarakat Sasak yang masih menjaga kehidupan adat secara turun-temurun. Di balik peristiwa kebakaran tersebut, terdapat berbagai warisan budaya yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Suku Sasak.

 

Mengenal Keunikan Tradisi Suku Sasak

Berikut sejumlah keunikan budaya yang dapat ditemukan di Desa Sade:

1. Lantai Rumah Dilapisi Kotoran Kerbau

Salah satu keunikan rumah tradisional masyarakat Sasak adalah penggunaan campuran kotoran kerbau untuk melapisi lantai rumah.

Rumah tradisional di Desa Sade dikenal dengan nama Bale Tani Gunung Ratu. Rumah-rumah tersebut memiliki bentuk atap menyerupai gunung dan menggunakan alang-alang sebagai material atapnya.

Bangunannya juga memanfaatkan bahan-bahan alami, seperti kayu, bambu, tanah liat, serta anyaman bambu.

Penggunaan campuran kotoran kerbau pada lantai rumah dilakukan secara tradisional. Cara tersebut dipercaya membantu memperkuat lantai sekaligus membuat bagian dalam rumah lebih nyaman.

2. Tradisi Menenun Sejak Usia Muda

Selain rumah adat, Desa Sade juga dikenal melalui kerajinan tenun tradisional. Bagi masyarakat Sasak, menenun bukan hanya kegiatan menghasilkan kain, tetapi juga bagian dari upaya mempertahankan identitas budaya. Keterampilan menenun secara tradisional telah diajarkan kepada perempuan Sasak sejak usia muda.

Salah satu produk kain tenun yang menjadi ciri khas adalah kain songket. Kain ini terbuat dari benang emas atau perak yang ditenun dengan benang katun atau sutra.

3. Rumah Adat Menggunakan Bahan Alami

Keunikan lain dari rumah adat Suku Sasak adalah penggunaan bahan-bahan yang berasal dari alam Mulai dari kayu, bambu, tanah liat, hingga alang-alang digunakan dalam pembangunan rumah. Bentuk dan material tersebut menjadi bagian dari ciri khas rumah tradisional masyarakat Sasak yang masih dipertahankan di Desa Sade.

Warisan Budaya yang Terus Dijaga

Di tengah perkembangan zaman, masyarakat Suku Sasak di Desa Sade terus menjaga warisan yang telah diturunkan dari generasi ke generasi. Keberadaan Desa Sade menunjukkan bahwa kekayaan budaya tidak hanya dapat dilihat dari bangunan tradisionalnya, tetapi juga dari berbagai karya, kesenian, serta tradisi yang masih dijalankan masyarakat hingga kini.

Nah Teman MTVN Lens, setelah peristiwa kebakaran yang melanda Desa Sade, semoga desa ini dapat segera bangkit dan berbagai warisan budaya yang ada di dalamnya tetap terjaga serta dapat terus dikenalkan kepada generasi berikutnya.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.

(Eunike Michelle Gultom)

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X