Menko Pangan: Impor 1.000 Ton Beras AS Hanya untuk Segmen Khusus

3 March 2026 16:40

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, buka suara terkait rencana impor 1.000 ton beras dari Amerika Serikat (AS) yang menjadi bagian dari perjanjian dagang bilateral Indonesia-AS. Zulhas menegaskan bahwa beras tersebut tidak akan didistribusikan untuk konsumsi harian masyarakat luas.

Zulhas menekankan adanya perbedaan signifikan antara beras impor ini dengan beras yang dikonsumsi masyarakat Indonesia setiap hari. Menurutnya, impor beras jenis ini merupakan hal yang lazim dalam skema kerja sama dagang internasional.

"Yang jelas bukan beras yang buat makanan (harian) kita ya. Jadi berbeda jenisnya," ujar Zulhas.
 

Baca juga: Impor Beras AS Tak Signifikan, Cuma 0,00003% Produksi Nasional

Dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Zulhas menjelaskan bahwa beras asal Negeri Paman Sam tersebut masuk dalam kategori beras khusus yang diperuntukkan bagi sektor-sektor tertentu.

“Seperti Jepang gitu, ada beras Jepang, disebut beras khusus. Nah kalau beras khusus, ada juga beras buat orang yang kena gula gitu. Kita yang jelas bukan beras yang buat makanan kita,” ujar dia.

Zulhas menegaskan bahwa skema ini merupakan bagian dari komitmen perjanjian dagang yang telah disepakati. Dengan demikian, masyarakat diminta untuk tidak khawatir karena beras ini tidak akan mengganggu stok atau pasar beras reguler untuk konsumsi umum.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)