5 March 2026 18:06
Di tengah hiruk pikuk dunia yang tak pernah tidur, ada bagian dari diri kita yang perlahan meredup. Kita seringkali mengejar banyak hal, namun seringkali kehilangan arah. Ramadan hadir bukan hanya untuk menahan haus dan lapar, tetapi untuk membantu kita menjumpai kembali cahaya yang sempat hilang di sela kesibukan.
Cendikiawan muslim Prof KH Ali Masykur Musa menjelaskan bahwa Ramadan memiliki arti 'membakar'. Secara negatif, Ramadan berarti membakar segala nafsu buruk manusia, sedangkan secara positif, ia menjadi pematik untuk menumbuhkan energi dan menebarkan kebaikan kepada lingkungan sekitar.
KH Ali menekankan bahwa bagi para petugas pelayanan publik, seperti pegawai PLN, menjalankan tanggung jawab profesional di tengah ibadah puasa adalah bentuk pengabdian yang mulia. Menurutnya, pelayanan adalah kata kunci utama dalam keberagaman karena Rasulullah SAW sendiri merupakan pelayan umat.
"Bulan Ramadan bukan berarti kita bersantai atau kehilangan rasa optimisme untuk membagi waktu bagi masyarakat. Justru di sinilah tempat untuk kita meningkatkan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat luas," ujar KH Ali.
| Baca juga: Dukung Transisi Energi, Ekosistem Hidrogen Hijau Dikebut |