Jakarta: Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola nasional menyusul kepergian legenda Arema FC, Kuncoro, pada Minggu sore, 18 Januari 2026. Sosok ikonik Singo Edan ini meninggal dunia dan meninggalkan jejak pengabdian panjang yang sulit tergantikan di Malang.
Kuncoro mengembuskan napas terakhir pukul 17:15 WIB setelah sempat mendapatkan penanganan medis intensif di RSUD Saiful Anwar (RSSA) Malang. Sebelum dilarikan ke rumah sakit, ia diketahui sempat bermain sepak bola bersama rekan-rekannya namun kondisinya menurun secara tiba-tiba.
Nama Kuncoro bukanlah sosok asing dalam perjalanan sejarah
Arema karena ia telah bergabung sejak klub masih berkompetisi di era Galatama. Puncak kariernya sebagai pemain terjadi saat membawa Singo Edan menjuarai Galatama musim 1992-1993 yang menjadi prestasi bersejarah klub.
Pengabdian Tanpa Putus di Kursi Pelatih
Setelah memutuskan gantung sepatu, Kuncoro tidak meninggalkan tim melainkan melanjutkan pengabdiannya sebagai pelatih di klub yang membesarkan namanya. Ia kerap dipercaya menjadi asisten pelatih dan jembatan komunikasi vital antara jajaran manajemen dengan para pemain.
Sejak tahun 2011, Kuncoro menjadi figur setia di panel kepelatihan dan mendampingi puluhan
pelatih kepala seperti Rahmad Darmawan hingga Joel Cornelli. Perannya sangat beragam mulai dari pelatih fisik hingga asisten pelatih utama demi menjaga stabilitas teknis tim.
Dalam situasi darurat, Kuncoro beberapa kali didapuk sebagai pelatih caretaker untuk menjadi solusi sekaligus penjaga stabilitas tim di masa transisi. Pengabdian terbarunya sebagai pelatih sementara tercatat pada musim 2024/2025 dengan raihan poin rata-rata 3,00 per pertandingan.
Statistik dan Penjaga Nilai Singo Edan
Berdasarkan data Transfermarkt, pria kelahiran Malang pada 7 Maret 1973 ini memegang Lisensi A Nasional dengan formasi favorit 4-3-3 Defending. Selain aspek teknis, Kuncoro dikenal luas sebagai penjaga nilai, kultur, dan semangat Arema di ruang ganti pemain.
Loyalitas, kerja keras, dan rasa hormat terhadap klub selalu ia tanamkan kepada generasi muda penerus Singo Edan. Dedikasi panjang tersebut menjadikan Kuncoro sosok legenda yang lekat dengan identitas Arema FC hingga akhir hayatnya.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Daffa Yazid Fadhlan)