Pimpin ATUC Lagi, Andi Gani Tekankan Lawan Union Busting dan Jaga Perdamaian Kawasan

10 February 2026 23:58

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, kembali mendapatkan kepercayaan internasional untuk memimpin gerakan buruh di kawasan Asia Tenggara. Ia terpilih kembali sebagai Presiden ASEAN Trade Union Council (ATUC) untuk masa bakti periode 2026-2028.

Usai terpilih, Andi Gani menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi antar-serikat pekerja di seluruh negara ASEAN. Ia menjelaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, ATUC akan terus bertransformasi menjadi wadah strategis guna memperjuangkan dialog sosial, keadilan industri, serta perdamaian kawasan melalui kerja sama lintas negara yang solid.

Salah satu isu krusial yang menjadi sorotan utama Andi Gani adalah praktik pemberangusan serikat pekerja atau union busting. Menurutnya, tindakan ini masih kerap dilakukan oleh sejumlah perusahaan yang tidak bertanggung jawab, meskipun ia mengakui masih banyak perusahaan yang berlaku baik dan menghormati hak-hak pekerjanya.

"Yang paling penting adalah union busting, pemberangusan terhadap serikat pekerja yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang nakal, tetapi banyak juga yang baik," ujar Andi Gani. 
 

Baca juga:
KSPSI Dukung Rencana Prabowo Dirikan BUMN Tekstil Modern

Selain isu perburuhan teknis, Andi Gani juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan Asia Tenggara sebagai prasyarat kesejahteraan pekerja. Ia secara khusus menyinggung kondisi demokrasi di Myanmar yang dinilai belum sepenuhnya ditegakkan. Tak hanya itu, dinamika hubungan antarnegara, seperti antara Kamboja dan Thailand, juga menjadi perhatian serius.

"Lalu juga merupakan hal yang menjadi sorotan kita, perdamaian kawasan ASEAN. Kita tahu di Myanmar demokrasi belum ditegakkan," tegasnya.

Namun, Andi mengapresiasi kedewasaan para delegasi buruh. Ia mencontohkan bagaimana perwakilan serikat pekerja dari Thailand dan Kamboja tetap mampu menunjukkan kekompakan dan bersatu untuk memperkuat ATUC, mengesampingkan dinamika politik negara masing-masing.

"Kita dapat lihat di sini teman-teman dari Thailand dan Kamboja tetap kompak dan tetap bersatu. Dan ini merupakan concern kita bersama. ATUC menjadi rumah besar untuk pekerja di Asia Tenggara," ucap Andi Gani.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)