8 February 2026 22:55
Aksi kekerasan jalanan yang melibatkan pelajar kembali terjadi di Jakarta Pusat. Tiga pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) nekat melakukan penyiraman air keras terhadap tiga pelajar SMK lainnya di Jalan Cempaka Raya, Cempaka Putih.
Insiden mengerikan yang terjadi pada Jumat siang, 6 Februari 2026 ini terekam jelas oleh kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian. Akibat serangan tersebut, satu orang pelajar mengalami luka serius pada bagian wajah dan mata.
Dalam rekaman CCTV, terlihat para pelaku berboncengan tiga menggunakan satu sepeda motor. Aksi ini tergolong terencana karena para pelaku sempat menepi sejenak untuk menuangkan cairan yang diduga kuat air keras ke dalam sebuah gelas, sebelum melanjutkan perjalanan untuk mencari target.
Saat berpapasan dengan korban yang juga berboncengan tiga dalam satu motor, salah satu pelaku langsung menyiramkan cairan tersebut ke arah wajah korban dan langsung tancap gas melarikan diri.
Diketahui, korban dan kedua rekannya merupakan siswa SMK Pelayaran Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang saat itu sedang dalam perjalanan pulang sekolah.
Korban Luka di Kedua Mata
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan telah menerima laporan dari orang tua korban.
Berdasarkan pemeriksaan sementara, dampak penyiraman air keras tersebut cukup fatal. Korban berinisial F menderita luka parah di bagian kedua matanya. Sementara itu, rekan korban yang duduk di posisi tengah selamat dari luka bakar kulit, namun seragam sekolahnya hangus terbakar akibat percikan cairan kimia tersebut.
AKBP Roby menjelaskan bahwa saat ini kondisi korban masih belum memungkinkan untuk dimintai keterangan secara mendalam karena trauma dan luka yang diderita. Meski demikian, polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan.
"Kami sudah menganalisa video yang ada di media sosial dan kami sudah mengetahui kemungkinan identitas dari pelaku, baik itu kendaraannya dan pelakunya," ujar AKBP Roby.
Saat ini, kepolisian telah memeriksa dua orang saksi dan tengah melakukan pengejaran terhadap ketiga pelaku yang identitasnya sudah dikantongi.