Gaya Hidup Urban Ubah Wajah Industri Hiburan Jakarta: Padukan Musik, Kuliner, dan Teknologi Visual

10 October 2026 13:05

Perkembangan gaya hidup masyarakat perkotaan (urban) di Jakarta mendorong bertransformasinya industri hiburan malam. Hiburan saat ini tidak lagi hanya mengandalkan sajian musik dan suasana malam biasa, melainkan memadukan fasilitas kuliner, pertunjukan, serta teknologi visual dalam satu ruangan.

Perubahan tren tersebut ditangkap oleh para pelaku usaha di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Salah satu contohnya adalah kehadiran Black Owl SCBD yang menggabungkan area makan, pertunjukan musik, dan tata cahaya futuristik.

Teknologi Visual 360 Derajat dan Ribuan Unit Tata Cahaya

Dalam memberikan pengalaman unik bagi pengunjung, tempat hiburan ini menghadirkan layar LED dengan tampilan visual 360 derajat yang mengelilingi ruangan serta didukung oleh lebih dari 1.000 unit lighting. Seluruh materi visual dan video mapping dikerjakan secara mandiri oleh tim desain internal.

"Kita menggunakan jumlah meter untuk LED-nya terbesar di Asia, jadi hampir 360 derajat. Terus kita menggunakan lighting yang jumlahnya lebih dari 1.000 unit, jadi itu yang membuat jadi satu-satunya di Asia. Dengan penggunaan LED dan lighting segitu banyak, kita mendapatkan experience untuk tamu-tamu kita yang enggak bisa didapat dari mana-mana,” ungkap Founder Black Owl SCBD, Efrat Tio dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu, 10 Oktober 2026.

Sajian hiburan ini dirancang untuk menjangkau segmen generasi milenial hingga Gen Z dengan mengundang musisi serta DJ lokal maupun mancanegara.
 


Inovasi Konsep Proper Dining dan Tiga Suasana Berbeda

Inovasi gabungan antara teknologi visual, tata cahaya, dan sajian kuliner ini disambut hangat oleh pengunjung di tengah ketatnya persaingan tempat hiburan di Ibu Kota.

"Anak-anak zaman sekarang pasti akan mencari sesuatu yang baru lagi. Black Owl SCBD berhasil membuat sesuatu yang beda di saat sudah banyak banget tempat bagus di Jakarta," ujar salah satu pengunjung, Sonya Pan.

Pengunjung lain juga mengapresiasi konsep tempat yang menyajikan hidangan berkualitas (proper dining) sekaligus tiga suasana (ambience) berbeda dalam satu lokasi.

"Tempat hiburan di Jakarta kebanyakan night life only. Di sini dari restonya bagus, makanannya enak, jadi proper dining. Buat band dan DJ-nya, mereka bisa menyiapkan tiga ambience yang berbeda dalam satu tempat," tutur Tigris Valerie.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa industri hiburan perkotaan terus beradaptasi dengan perubahan selera masyarakat. Bagi masyarakat urban masa kini, hiburan bukan lagi sekadar mencari lokasi berkumpul, melainkan berburu pengalaman (experience) visual dan sensori yang menyeluruh.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X