Eskalasi konflik antara Arab Saudi dan kelompok Ansarullah (Houthi) Yaman kembali memanas pascaserangan rudal dan drone yang menargetkan fasilitas vital, termasuk bandara di Riyadh. Serangan ini membuka mata publik internasional mengenai rentannya sistem pertahanan udara Arab Saudi, meski di atas kertas memiliki alutsista yang jauh lebih canggih.
Pengamat Politik Asia Barat Daya, Dina Sulaeman, menilai keberhasilan Houthi menembus wilayah udara Saudi menunjukkan kelemahan mendasar pada militer negara kaya minyak tersebut. Menurut Dina, kelemahan utama Arab Saudi terletak pada ketergantungan absolut mereka terhadap pihak asing.
"Sementara Saudi sendiri itu persenjataannya, rudalnya, jet tempurnya itu sangat bergantung pada suplai dari Amerika Serikat. Bahkan juga pilotnya, kemudian pasukannya itu juga banyak sekali yang mengandalkan pasukan dari luar, jadi bukan orang asli Saudi sendiri," jelas Dina dalam dialog Metro Hari Ini, Metro TV, dikutip Senin 12 Oktober 2026.
Ia menegaskan bahwa kondisi finansial yang melimpah tidak lantas menjamin ketahanan militer yang mandiri. "Yang namanya Saudi ini kan negara yang kaya, dan jadi kekayaan itu justru malah membuat kerapuhan ya," tambahnya.
Di sisi lain, Houthi justru berhasil memanfaatkan momentum vakum perang sejak gencatan senjata tahun 2021 untuk membangun kapasitas militer. Rentetan serangan dari Yaman ke bandara Saudi saat ini dipandang sebagai balasan setara akibat rentetan agresi masa lalu yang tak berkesudahan.
"Kalau dihitung sejak 2015 sampai 2022 itu sudah ada statistiknya, Saudi itu sudah menyerang bandara-bandara di Yaman itu 200 kali lebih ya. Artinya sekarang seolah-olah Ansarullah Yaman itu, '
Ok,
it's now or never'. Selama ini sudah berusaha menahan diri, tapi kemudian Saudi terus-terus menyerang sasaran-sasaran sipil di Yaman," papar Dina.
Menyikapi peringatan penutupan wilayah udara Saudi oleh Yaman, Dina menilai hal tersebut merupakan bentuk prinsip aksi-reaksi dari kelompok Ansarullah. "Pernyataan dari pihak Ansarullah Yaman adalah ya kita membalas dengan setara. Airport kami diserang, airport Anda juga akan diserang," tegasnya.