30 September 2026 19:48
Sebanyak 65 warga Kota Bandung terkonfirmasi positif terinfeksi flu babi atau influenza A berdasarkan hasil tes usap (swab). Saat ini, puluhan pasien yang terpapar masih menjalani perawatan medis di sejumlah rumah sakit di Kota Bandung.
Dinas Kesehatan Jawa Barat (Dinkes Jabar) meminta masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang memiliki penyakit penyerta (komorbid). Virus influenza A memiliki tingkat penularan yang tinggi serta berpotensi menimbulkan gejala lebih berat dibandingkan flu biasa, seperti demam tinggi, sakit kepala, pegal-pegal, hingga lemas.
Kepala Dinkes Jabar, Vini Adiani mengungkapkan bahwa angka 65 kasus yang terdata belum tentu mencerminkan total kasus keseluruhan di masyarakat. Jumlah kasus di lapangan diperkirakan bisa lebih tinggi karena banyak warga bergejala yang enggan menjalani tes usap.
Kadinkes Jabar menjelaskan faktor kemalasan warga untuk tes pascapandemi serta biaya pemeriksaan yang tergolong mahal menjadi alasan kasus tidak terdeteksi secara penuh.
“Influenza tipe A itu sama seperti Covid sekarang, orang malas diperiksa, kalau enggak parah-parah banget mah pasti enggak mau diperiksa. Kalau yang dilaporkan baru masuk ke kami itu kan yang mau diperiksa, karena pemeriksaannya juga memang lumayan cukup mahal juga. Jadi memang kalau secara yang diperiksa itu masuk ke kami ada 65 kasus di Kota Bandung ini, itu yang diperiksa. Mungkin kalau yang enggak diperiksanya mungkin memang sebetulnya bisa lebih," kata Vini dalam tayangan Primetime News Metro TV, Selasa, 30 September 2026.
Pemeriksaan spesifik influenza A saat ini belum dapat diselenggarakan di semua daerah di Jawa Barat. Pengujian untuk mengetahui genom virus melalui whole genome sequencing masih terbatas di laboratorium khusus, salah satunya Laboratorium Kesehatan (Lapkes) Provinsi Jawa Barat.