Ekspor IWIP dan IMIP Capai USD28 Miliar, Rosan: Setara 10% Ekspor Indonesia

8 October 2026 14:38

Halmahera Tengah: Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menyebut ekspor dari kawasan Weda Bay Industrial Park (IWIP) dan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) mencapai USD28 miliar atau disebut setara 10 persen dari total ekspor Indonesia.

“Kalau digabungkan dengan kawasan IMIP yang pertama dibangun oleh Tsingshan itu total ekspornya mencapai USD28 miliar atau 10 persen dari total ekspor Indonesia, Bapak Presiden. Jadi memang sangat signifikan,” kata Rosan dalam laporan strategis di hadapan Presiden Prabowo Subianto di IWIP, Halmahera Tengah, Maluku Utara, dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Kamis 8 Oktober 2026. 

Rosan mengatakan ekspor dari kawasan tersebut didominasi berbagai produk hasil pengolahan nikel. Produk itu meliputi feronikel, nikel matte, mixed hydroxide precipitate (MHP), nikel sulfat, hingga kobalt.

Menurut Rosan, perkembangan industri pengolahan membuat Maluku Utara tidak lagi sekadar menjadi daerah pertambangan. Industri pengolahan kini disebut menyumbang hampir separuh produk domestik regional bruto (PDRB) Maluku Utara.

“Industri pengolahan di Maluku Utara ini juga menyumbang hampir separuh PDB Maluku Utara, provinsi ini tidak lagi sekadar daerah tambang tapi telah menjadi daerah industri,” ujar Rosan.

Ia juga menyampaikan surplus perdagangan Maluku Utara meningkat tajam dan mencapai Rp31,1 triliun pada 2025. Peningkatan tersebut turut ditopang ekspor berbagai produk olahan nikel dari kawasan industri.

Rosan mengatakan perkembangan IWIP menjadi bagian dari agenda hilirisasi dan industrialisasi nasional. Di kawasan tersebut terdapat 10 proyek strategis dengan total investasi mencapai USD10,2 miliar atau sekitar Rp180 triliun.

Dari 10 proyek tersebut, empat proyek telah selesai dan memasuki tahap seremoni komersial serta ekspor dengan nilai investasi USD3,4 miliar atau sekitar Rp60 triliun.

Sementara enam proyek lainnya dengan nilai investasi USD6,8 miliar akan memasuki tahap pembangunan. Proyek tersebut mencakup material komponen baterai, aluminium, hingga truk listrik untuk pertambangan dan diproyeksikan menciptakan lebih dari 10 ribu lapangan pekerjaan.

Rosan mengatakan proyek-proyek tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem industri baterai kendaraan listrik, mulai dari material berbasis nikel, produksi baterai, separator baterai EV, elektrolit baterai EV, hingga daur ulang baterai.

“Kita akan menjadi rantai pasok global baterai kendaraan listrik dan tentunya seperti yang Bapak sampaikan hilirisasi ini ujungnya adalah industrialisasi,” kata Rosan.

Kawasan IWIP sendiri, lanjut Rosan, telah menyerap investasi sekitar USD20 miliar sejak 2018. Dengan tambahan investasi dari proyek-proyek baru, total investasi di kawasan tersebut diproyeksikan mencapai USD27 miliar.

Rosan menyebut total tenaga kerja yang terserap di kawasan IWIP diperkirakan mencapai 117 ribu orang. Sementara kawasan IWIP dan IMIP secara bersama-sama menjadi bagian penting dari aktivitas ekspor produk olahan nikel Indonesia.

"Dengan USD7 miliar yang baru akan menjadi total USD27 miliar dengan penyerapan tenaga kerja total 117 ribu tenaga kerja di kawasan ini," ujarnya. 

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X