Menteri Investasi/Kepala BPKM Rosan Roeslani. Foto: Dok Youtube Setneg
Rosan: Industri Pengolahan Sumbang Separuh PDB Maluku Utara
Eko Nordiansyah • 8 October 2026 13:43
Jakarta: Menteri Investasi/Kepala BPKM Rosan Roeslani mengatakan, Maluku Utara kini tidak lagi sekedar menjadi daerah penghasil tambang. Kini industri pengolahan telah menjadi penyumbang utama Produk Domestik Bruto (PDB) di Maluku Utara.
"Kita melihat industri pengolahan di Maluku Utara ini menyumbang hampir separuh PDB Maluku Utara. Provinsi ini sudah tidak lagi sekedar daerah tambang tapi telah menjadi daerah industri," kata dia dalam Groundbreaking 11 Ekosistem Hilirisasi Nikel serta Ekspor Perdana Baterai EV, Rabu, 8 Oktober 2026.
Tidak hanya itu, Maluku Utara juga mencatat surplus neraca perdagangan mencapai Rp31,1 triliun pada 2025. Bahkan Rosan mengungkapkan, produk ekspor ini didominasi oleh produk hilirisasi dari nikel.
"Surplus perdagangannya juga meningkat tajam mencapai Rp31,1 triliun pada 2025 dan ekspor ini didominasi produk olahan nikel, feronikel, nickel matte, mixed hydroxide precipitate (MHP), nikel sulfat, dan juga kobalt," ungkap dia.
(1).jpeg)
(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
Peningkatan hilirisasi
Rosan menyebut, hilirisasi di Indonesia menunjukan perkembangan yang signifikan. Dari total realisasi investasi sebesar Rp1.010,6 triliun pada semester I-2026, hilirisasi telah berkontribusi mencapai 35 persen dari sebelumnya 25 persen. Investasi juga menyerap 1,4 juta pekerja."Dalam dua tahun ini kontribusi hilirisasi 25 persen, sudah mencapai 35 persen dari total investasi yang masuk dan lebih dari 75 persen terealisasinya di luar Jawa. Kita melihat hilirisasi ini terus meningkat kedepannya," ujar Rosan.