13 October 2026 12:42
Pemerintah Indonesia memahami keresahan warga negara Malaysia dan Singapura terkait kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melintasi batas negara. Kepala Badan Komunikasi (Bakom RI), Syahganda Nainggolan, menegaskan bahwa fenomena asap lintas batas tersebut berada di luar faktor kesalahan manusia (human error) melainkan murni dampak dari fenomena alam.
"Kita juga minta kepada semua tetangga kita untuk mengerti ini adalah di luar human error, ini betul-betul alam." kata Syahganda Nainggolan, dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Selasa, 13 Oktober 2026.
Dalam keterangannya, Syahganda mengimbau negara-negara tetangga untuk saling mengerti dan memahami kondisi dinamika alam ini. Ia menjelaskan bahwa hutan-hutan di Indonesia tidak hanya menghasilkan asap saat terjadi kebakaran, melainkan secara berkelanjutan menjadi penyedia pasokan oksigen alami bagi wilayah Singapura dan Malaysia.
"Kita ini juga berusaha menjelaskan kepada mereka, kita bukan hanya mengirim asap, tapi kalau asapnya enggak ada, kita mengirim oksigen. Oksigen Singapura dan Malaysia itu kan datang dari hutan-hutan kita, ya." ucap Syahganda.