27 October 2026 16:39
Hujan yang sempat mengguyur sebagian wilayah Sumatra Selatan belum sepenuhnya menuntaskan masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Ilir. Intensitas hujan yang hanya berskala ringan membuat bara api di kedalaman lahan gambut masih bertahan, sehingga menghasilkan kabut asap pekat yang mulai menyelimuti area permukiman warga, khususnya di kawasan Citra.
Berdasarkan data pantauan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), tercatat masih terdapat 173 titik panas di Sumatra Selatan, dengan 8 di antaranya tersebar di Ogan Ilir. Meski kobaran api di permukaan tidak lagi terlihat, karakteristik lahan gambut membuat suhu di bawah tanah tetap panas dan memicu asap tebal.
Danramil Indralaya Kodim 0402/OKI, Lettu Adam, menjelaskan bahwa intensitas hujan yang terbilang ringan di Ogan Ilir justru memicu naiknya asap dari lahan gambut yang kekurangan air.
"Apinya memang sudah tidak ada, tapi karena ini lahan gambut dan air hujannya tidak terlalu deras, asapnya timbul lagi dan sangat pekat. Upaya yang kami lakukan adalah pendinginan gabungan antara anggota TNI, BPBD, serta Manggala Agni," ujar Lettu Adam saat ditemui di lokasi pemadaman, dikutip dari Breaking News, Metro TV, Selasa 27 Oktober 2026.