Jakarta: Dunia digemparkan dengan kabar aksi penyerangan dalam sebuah acara tahunan pemerintah Amerika Serikat di Washington DC. Upaya penyerangan diduga ditujukan kepada pejabat tinggi negara Amerika Serikat yang tengah berkumpul dalam acara White House Correspondence Dinner.
White House Correspondence Dinner ini adalah acara tahunan di Amerika Serikat yang mempertemukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan jurnalis yang meliput White House, tokoh politik, pejabat negara hingga selebritas. Acara ini diselenggarakan oleh asosiasi jurnalis Gedung Putih atau White House Correspondence Association.
Dan biasanya acara ini menjadi ajang silaturahmi, hiburan juga apresiasi pemberian penghargaan kepada jurnalis antara pejabat tinggi negara dan insan pers di Washington DC Amerika Serikat.
Fakta dan ringkasan peristiwa
Insidennya terjadi pada Sabtu, 25 April 2026 pukul 20.35 malam waktu setempat, tepatnya di Hotel Hilton Washington DC Amerika Serikat.
Diawali pada pukul 19.30 waktu setempat, dimana para tamu undangan termasuk jurnalis, pejabat tinggi, dan selebritas mulai mengisi ballroom internasional di Washington Hilton. Dan Presiden Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump tiba dan duduk di meja utama atau
head table. Lalu pada pukul 20.30 acara resmi dimulai, dan hanya selang waktu 5 menit dari dimulainya acara, terjadi keributan di lobby hotel, tepatnya di pintu masuk ballroom.
Seorang pria yang kemudian diidentifikasi sebagai Cole Thomas Allen, akhirnya menerobos pos pemeriksaan keamanan atau
checkpoint secret service, dan pada akhirnya Allen melepaskan tembakan, terdengar beberapa kali tembakan dentuman keras.
Dentuman terkeras ini terdengar hingga ke dalam ballroom, agent secret service pun segera berteriak, dan meminta semua orang untuk tiara. Lebih lanjut dalam insiden ini dari waktu ke waktunya, mendengar keramaian yang terjadi di lobby, agent secret service di atas panggung langsung menyerga Presiden Trump, Ibu Negara Melania Trump, dan Wakil Presiden Jay Defense, untuk dievakuasi melalui pintu belakang panggung, menuju iring-iringan kendaraan atau motorcade yang aman.
Bahkan saat pejabat tinggi negara dievakuasi di lobby itu sebenarnya sedang terjadi aksi saling tembak yang singkat. Seorang agent secret service bahkan terkena tembakan di bagian dada, namun selamat berkat rompi tahan peluru. Lalu pelaku akhirnya berhasil dilumpuhkan dan ditangkap oleh petugas keamanan.
Tepatnya pada pukul 21 di waktu setempat gedung putih mengonfirmasi, bahwa Presiden Trump dan seluruh pejabat administrasi dalam kondisi aman, dan telah kembali ke kediaman masing-masing atau lokasi aman lainnya.
Identitas dan status tersangka
Ada beberapa fakta tentang latar belakang dari Cole Thomas Allen, sang pelaku yang akhirnya ditahan oleh pihak kepolisian. Pelaku ini memiliki pendidikan yang tinggi, kita ulas satu persatu dari pendidikan, pelaku ini menempuh pendidikan dari institusi ternama, merupakan lulusan dari California Institute of Technology atau Caltech tahun 2017, dengan gelar sarjana di bidang teknik mesin, (lalu meraih gelar magister di bidang ilmu komputer dari California State University pada tahun 2025. Dan berdasarkan sumber yang bisa diakses publik, Allen dikenal sebagai pengajar yang berprestasi.
Ia bekerja sebagai guru paru waktu dan tutor di C2 Education, sebuah lembaga bimbingan belajar persiapan masuk perguruan tinggi di Torrance. Allen mengidentifikasi dirinya juga sebagai pengembang video game, yang menariknya merupakan pengembang video game independen.
Lalu ada fakta lain yang terungkap dalam investigasi proses yang masih berlangsung. Ditemukan bahwa catatan Allen pernah memberikan donasi sebesar 25 USD kepada Komite Aksi Politik yang mendukung kampanye Kamala Harris pada Oktober 2024 lalu. Apakah ini bisa disimpulkan?
Berarti kalau Allen merupakan simpatisan daripada Partai Demokrat yang bukan merupakan partai daripada Presiden Trump, itu akan nanti didalami lebih lanjut. Setelah ditangkap, sumber kepolisian menyebutkan bahwa Allen mengaku sengaja menargetkan pejabat pemerintahan Trump.
Ia diduga melakukan perjalanan dari Los Angeles ke Washington DC menggunakan kereta api dan menginap di hotel sebagai tamu di Washington Hilton acara tempat berlangsung. Akhirnya Allen ditangkap dan ditahan akan menghadapi 2 dakwaan yakni penggunaan senjata api selama kejahatan atau kekerasan dan juga penyerangan terhadap petugas federal menggunakan senjata berbahaya.
Komentar Presiden Trump
Selanjutnya identitas pelakunya juga diunggah secara langsung oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui akun media social truth social miliknya.
Ketika para pejabat tinggi negara ini tengah dievakuasi melalui pintu belakang daripada hotel tersebut sebenarnya aksi saling menembak antara Secret Service dan juga Cole Allen ini tengah terjadi di lobby. Sehingga pada akhirnya ketika lobby diamankan dan juga Cole Allen berhasil diamankan oleh petugas gabungan dan langsung lakukan penahanan. Ini merupakan foto yang diterima oleh Presiden Trump dan langsung diunggah di media sosial.
Tidak hanya foto, tetapi Presiden Trump juga mengunggah video detik-detik aksi penyerangan oleh Allen yang sebenarnya waktunya berlangsung begitu cepat. Ketika berhasil diidentifikasi lebih lanjut Cole Allen tidak hanya datang tanpa membawa senjata. Ada beberapa senjata dan juga pistol. Dua unit pistol beserta juga dengan sebuah pisau.
Lalu yang menjadi pertanyaan adalah apa yang sebenarnya menjadi respons daripada Presiden Donald Trump yang kerap diunggahnya secara pribadi dari media social, setelah memberikan unggahan berkaitan dengan kondisinya aman. Yang menarik setelah menyatakan dirinya dalam kondisi aman, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pendapat tentang pentingnya pembangunan ballroom di White House.
Jadi ballroom yang diproyeksikan menjadi ballroom yang besar dan mewah ini direncanakan untuk dibangun dan Presiden Trump mengungkap spesifikasi keamanan akan sangat baik karena berada di teritori teraman di dunia yaitu White House. Dan sebenarnya lebih lanjut dalam kutipan di unggahan yang bisa anda lihat juga di twitter sosial at real Donald Trump bahwa Presiden Trump bersikeras tidak ada boleh pihak yang mengganggu dari pembangunan dan penganggaran daripada ballroom tersebut.
Tentunya kita berharap bahwa aksi-aksi seperti ini harus diantisipasi dengan baik karena ini sudah menjadi atensi dunia tentang keamanan di Amerika Serikat. Apabila ini juga bisa jadi refleksi tentang stabilitas demokrasi dan juga stabilitas politik di dalam negeri lebih lanjutnya juga menjadi diskursus yang menarik untuk menjadi pembahasan kita.
Sumber: Redaksi Metro TV