Ribuan ekor ikan di Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Banten, ditemukan mati mengambang. Warga setempat diimbau untuk tidak mengonsumsi ikan ataupun bangkai ikan yang mati di sungai tersebut karena dikhawatirkan telah tercemar limbah.
Fenomena matinya ikan ini mulai terlihat sejak Senin malam, 9 Februari 2026, menyusul kebakaran sebuah pabrik kimia di wilayah Tangerang Selatan pada pagi harinya. Berbagai jenis ikan mendadak mati dan mengambang di permukaan sungai, disertai perubahan kondisi air yang tampak kebiruan dan berminyak.
Warga yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Cisadane mengaku kaget dengan kejadian tersebut. Meski demikian, masih terlihat sejumlah warga berebut mengambil ikan mati, meskipun dikhawatirkan ikan tersebut telah tercemar limbah berbahaya.
"Wah ini ikan mabuk, pada minggir ke pinggir. Tapi herannya airnya mengalir, kok ikan tetap mabuk, jelas ini indikasi limbah," ujar Kabid BPKL, Hendri P Syahputra.
Untuk memastikan penyebab kematian ikan, petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang bersama Polres Metro Tangerang Kota langsung turun ke lapangan. Petugas mengambil sampel air dan ikan di beberapa titik Sungai Cisadane untuk dilakukan pengujian laboratorium.
Berdasarkan pemantauan awal menggunakan alat pemantau kualitas air sungai, petugas menyebutkan bahwa indikator fisika dan kimia air masih dalam batas normal. Namun tingkat kekeruhan tercatat berada di bawah standar yang ditetapkan.