Hari Pers Nasional 2026, Ini Makna Tema dan Maskot Si Juhan

9 February 2026 15:27

Jakarta: Provinsi Banten terpilih sebagai tuan rumah peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar pada 6–9 Februari 2026.

Mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, perhelatan ini menegaskan peran strategis pers sebagai pilar demokrasi sekaligus penggerak ketahanan bangsa. HPN 2026 juga memperkenalkan maskot bertajuk Si Juhan.
 

 

Makna Tema HPN 2026

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menetapkan tema tersebut sebagai refleksi tantangan dan peran pers di era digital. Tema ini menegaskan posisi pers sebagai pilar keempat demokrasi yang memiliki peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi, mendorong kemandirian ekonomi media, serta memperkuat persatuan nasional.

Pers Sehat dimaknai sebagai pers yang profesional, independen, dan berintegritas. Pers diharapkan mampu menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab, sekaligus menjunjung tinggi etika jurnalistik dan nilai moral sebagai fondasi demokrasi yang beradab.

Ekonomi Berdaulat menekankan pentingnya kemandirian media secara ekonomi agar terbebas dari tekanan kepentingan. Di tengah persaingan ketat dengan platform digital global, media dituntut tetap kredibel, independen, dan mampu menyuarakan kepentingan publik tanpa intervensi.

Sementara itu, Bangsa Kuat merepresentasikan peran pers sebagai perekat sosial dan pengawal demokrasi. Melalui informasi yang akurat dan berorientasi pada kepentingan publik, pers diharapkan mampu menumbuhkan toleransi, mendorong dialog konstruktif, serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman.

Filosofi Maskot HPN 2026, Si Juhan

Mengutip laman resmi Pemerintah Provinsi Banten, maskot Si Juhan terinspirasi dari ketangguhan Badak Jawa dan nilai luhur masyarakat Baduy. Nama Si Juhan merupakan akronim dari Si Jurnalis Handal, yang merepresentasikan karakter insan pers Indonesia.

Ikat kepala (Iomar) melambangkan penghormatan terhadap tradisi dan integritas moral. Tangan melambai mencerminkan sikap ramah dan inklusif dalam menyambut insan pers dari seluruh Indonesia. Ekspresi ceria dan mata yang ekspresif menggambarkan pers yang terbuka dan dekat dengan masyarakat.
 

Pena dan buku catatan menjadi simbol pencatatan fakta dan suara publik, sementara pangsi hitam melambangkan kesederhanaan dan kejujuran. Tas koja merepresentasikan ruang penghimpun informasi yang menjunjung keberlanjutan, dilengkapi kartu pers sebagai simbol identitas dan profesionalisme.

Si Juhan menjadi simbol semangat pers Indonesia yang bersahaja, berintegritas, dan berakar kuat pada nilai budaya lokal Banten.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Adrian Bachtiar)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)