Dari Lisan hingga Digital, Begini Perjalanan Media Massa dari Dulu hingga Kini

Koran Medan Prijaji oleh Tirto Adhi Soerjo, sering dianggap sebagai pelopor pers nasional. (Wikimedia Commons)

Dari Lisan hingga Digital, Begini Perjalanan Media Massa dari Dulu hingga Kini

Putri Purnama Sari • 9 February 2026 12:53

Jakarta: Hari Pers Nasional (HPN) yang diperingati setiap 9 Februari menjadi momen penting untuk merefleksikan perjalanan panjang media massa di Indonesia.

Mulai dari komunikasi lisan pada masa pra-sejarah hingga era digital saat ini, media massa terus berkembang dan bertransformasi dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Perkembangan media massa tidak hanya mengubah cara masyarakat menerima informasi, tetapi juga memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi. Dilansir dari laman Unikom, berikut adalah perkembangan media massa dari dulu hingga kini.

1. Masa Pra-Sejarah hingga Penemuan Tulisan

Pada masa pra-sejarah manusia belum mengenal sistem tulisan. Informasi disampaikan secara lisan dari satu orang ke orang lain. Pola hidup berkelompok membuat komunikasi verbal menjadi sarana utama dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Perkembangan signifikan terjadi sekitar tahun 3200 sebelum masehi (SM) dengan ditemukannya tulisan di wilayah Mesopotamia dan Mesir. Penemuan ini menjadi tonggak penting karena memungkinkan manusia menyimpan informasi serta menyebarkan ilmu pengetahuan secara lebih luas dan berkelanjutan.
 

2. Awal Perkembangan Media Cetak

Memasuki abad ke-15, media massa mengalami kemajuan pesat dengan ditemukannya mesin cetak oleh Johannes Gutenberg dari Jerman. Mesin cetak memungkinkan produksi buku secara massal dan membuka akses informasi bagi masyarakat yang lebih luas.

Inovasi ini menjadi awal lahirnya media cetak sebagai sarana komunikasi publik yang berpengaruh besar terhadap penyebaran ilmu pengetahuan dan informasi.

3. Era Media Cetak Modern


Gedung RRI. (Istimewa)

Pada abad ke-19, media cetak modern mulai berkembang pesat. Surat kabar, majalah, tabloid, dan koran menjadi konsumsi utama masyarakat. Selain menyajikan informasi, media cetak juga berfungsi sebagai sarana hiburan dan pendidikan.

Meski saat ini eksistensinya mulai tergeser oleh media digital, media cetak tetap bertahan dan memiliki peran penting dalam sejarah pers Indonesia.

4. Munculnya Media Elektronik

Perkembangan teknologi pada abad ke-20 menandai lahirnya era media elektronik. Radio menjadi media elektronik pertama yang populer pada 1920-an karena mampu menyebarkan informasi secara cepat dan luas.

Selanjutnya, televisi yang mulai berkembang pada 1950-an menghadirkan kombinasi suara dan gambar, menjadikannya media utama untuk hiburan dan pemberitaan hingga akhir abad ke-20.
 

5. Era Digital dan Media Online


Ilustrasi freepik

Perkembangan komputer dan internet sejak 1980-an hingga 1990-an membawa perubahan besar dalam dunia media massa. Internet membuka era baru komunikasi digital yang memungkinkan informasi diakses dengan cepat tanpa batasan ruang dan waktu.

Memasuki tahun 2000-an hingga kini, media sosial dan layanan streaming seperti YouTube, Netflix, dan Spotify semakin mempercepat arus informasi. Konten kini dapat disebarkan secara global hanya dalam hitungan detik.

Secara keseluruhan, era media elektronik ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Pemanfaatan perangkat elektronik, internet, dan media sosial menjadikan penyebaran informasi dan berita berlangsung lebih cepat, luas, dan interaktif.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)