Bayang-bayang Serangan Amerika Serikat ke Iran

28 February 2026 20:00

Jakarta: Pengerahan aset militer Amerika Serikat ke sekitar wilayah Iran membuat konflik antara kedua negara semakin memanas. Perang Amerika versus Iran bisa saja terjadi dalam waktu dekat.

Ketegangan antara AS dengan Iran yang dipertontonkan ke depan publik mengundang perhatian tentang kestabilan di Timur Tengah. Apakah perang dunia III ada di depan mata kita?

Eskalasi ketegangan AS-Iran


Awal ketegangan kedua negara adalah informasi yang diterima oleh AS bahwa Iran tengah mengembankan uranium yang kemudian memicu kekhawatiran Negeri Paman Sam.

Iran membantah melakukan pengembangan uranium, melainkan untuk pengembangan sektor energi alternatif dan utamanya menolak untuk menyerahkan hak pengayaan imbas investasi besar-besaran yang telah dilakukan oleh Irak.

Melihat hal tersebut, kepentingan AS di Timur Tengah seakan terancam terusik. AS juga memberikan tekanan-tekanan terhadap Iran di bidang ekonomi, terutama di sektor minyak, jaringan kapal pengangkut, juga kepada pendukung militer Iran, yang diyakini beberapa pihak sebenarnya telah menghambat ekonomi Iran dan berdampak ada stabilitas domestik.

Rudal Balasan Iran Targetkan Fasilitas Militer Terkait AS di Sejumlah Negara Teluk

Timeline eskalasi AS-Iran (2026)

Januari:

Pernyataan publik keras, tekanan AS dan pengerahan kapal induk

Februari:

Perundingan putaran I (Muskat, Oman)
Perundingan putaran II (Jenewa, Swiss)
Eskalasi militer tambahan (Jet F-22 Raptor)
Perundingan putaran III (Jenewa, Swiss)

"Waktu semakin habis. Ini benar-benar penting! Seperti yang saya katakan kepada Iran sebelumnya, buatlah kesepakatan! Mereka tidak melakukannya dan terjadilah 'Operasi Midnigt Hammer', penghancuran besar-besaran di Iran. Serangan berikutnya akan jauh lebih buruk! Jangan sampai itu terjadi lagi," kata Presiden AS Donald Trump.

"Angkatn bersenjata kita yang gagah berani siap dengan jari-jari mereka di pelatih untuk segera dan dengan penuh kekuatan menanggapi setiap agresi terhadap tanah, udara, dan laut kita tercinta," ujar Menlu Iran Abbas Araqchi.

Sumber: Redaksi Metro TV

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Wijokongko)