Iran meluncurkan rentetan rudal ke sejumlah negara Teluk usai serangan gabungan AS dan Israel pada Sabtu, 28 Februari 2026. (Anadolu Agency)
Rudal Balasan Iran Targetkan Fasilitas Militer Terkait AS di Sejumlah Negara Teluk
Willy Haryono • 28 February 2026 19:17
Doha: Sejumlah negara Teluk, termasuk Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Yordania, mencegat rudal Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026, dengan beberapa fasilitas yang terkait dengan militer Amerika Serikat dilaporkan menjadi sasaran.
Peluncuran rentetan rudal ini terjadi usai Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke wilayah Iran pada pagi hari waktu setempat.
Dikutip dari Channel News Asia dan Anadolu Agency, Kementerian Pertahanan UEA mengatakan negaranya menjadi target “serangan terang-terangan” oleh rudal balistik Iran, namun sistem pertahanan udara berhasil mencegat sejumlah rudal tersebut.
Abu Dhabi menyatakan pihaknya “memiliki hak penuh untuk merespons,” dan menyebut serangan itu sebagai “eskalasi berbahaya.”
Di Bahrain, rudal dilaporkan menghantam fasilitas yang terkait dengan Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat.
Pusat Kontak Nasional Bahrain mengatakan pusat layanan yang berafiliasi dengan Armada Kelima AS menjadi sasaran serangan rudal, dan meminta warga mengikuti instruksi resmi. Asap terlihat membumbung di wilayah Juffair, lokasi pangkalan angkatan laut Amerika Serikat di negara tersebut.
Di Qatar, kementerian pertahanan mengatakan pihaknya berhasil mencegat sejumlah rudal yang menargetkan negara tersebut, setelah ledakan terdengar di ibu kota Doha.
Eskalasi di Timur Tengah
Ledakan juga terjadi di dekat pangkalan militer Al-Udeid, fasilitas militer Amerika Serikat terbesar di kawasan. Seorang jurnalis AFP melihat sistem intersepsi menghancurkan rudal di udara, menghasilkan kepulan asap putih.Sementara itu, kepala staf militer Kuwait mengatakan sistem pertahanan udara negara itu menghadapi rudal yang memasuki wilayah udaranya.
Militer Yordania juga mengatakan telah menembak jatuh dua rudal balistik yang mengarah ke wilayahnya. “Rudal tersebut berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Yordania,” kata seorang pejabat militer.
Ledakan keras juga dilaporkan terdengar di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, menurut koresponden AFP.
Serangan ini terjadi di tengah eskalasi konflik setelah Israel melancarkan operasi militer “Lion’s Roar” terhadap Iran dan Amerika Serikat memulai operasi tempur besar.
Negara-negara Teluk yang menjadi sasaran diketahui menampung fasilitas militer atau instalasi terkait Amerika Serikat, yang diduga menjadi target Iran sebagai bagian dari respons terhadap operasi militer Washington.
Perkembangan ini menandai perluasan konflik secara signifikan, dengan semakin banyak negara di kawasan yang terdampak langsung oleh konfrontasi tersebut.
Baca juga: Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Israel, Ledakan Terdengar di Haifa